Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Ekspor Industri Meroket, Neraca Perdagangan Sumut Surplus 520,86 Juta Dolar AS

Mistar.idRabu, 4 Maret 2026 pukul 13.42 WIB
ekspor_industri_meroket_neraca_perdagangan_sumut_surplus_52086_juta_dolar_as_

Kepala BPS Sumut, Asim Saputra. (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kinerja perdagangan luar negeri Sumatera Utara (Sumut) mengawali tahun 2026 dengan catatan positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara melaporkan neraca perdagangan Januari 2026 mencatatkan surplus sebesar 520,86 juta Dolar AS, naik 15,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 451,79 juta Dolar AS.

Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengatakan kekuatan ekspor Sumatera Utara masih didominasi oleh sektor industri dengan kontribusi mencapai 94,30 persen.

Peningkatan nilai ekspor pada Januari 2026 sangat dipengaruhi oleh performa golongan barang lemak dan minyak hewan/nabati (CPO dan turunannya). Golongan ini mengalami kenaikan terbesar yakni mencapai 73,68 juta Dolar AS atau tumbuh 21,04 persen dibandingkan Januari 2025.

"Sektor industri mengalami peningkatan sebesar 97,40 juta Dolar AS atau naik 11,42 persen. Namun, kita juga melihat adanya penurunan di sektor pertanian sebesar 14 persen, terutama pada komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah yang merosot hingga 40,26 persen," kata Asim, Rabu (4/3/2026).

Tiga negara tujuan utama ekspor Sumut, Tiongkok 150,08 juta Dolar AS, Amerika Serikat 123,91 juta Dolar AS, dan Jepang 60,54 juta Dolar AS.

Di sisi impor, Sumatera Utara mencatatkan total nilai sebesar 486,80 juta Dolar AS. Impor bahan baku/penolong tetap mendominasi dengan peran 79,44 persen. Menariknya, terjadi lonjakan impor yang sangat tajam pada golongan gandum-ganduman.

"Kenaikan impor terbesar terjadi pada golongan gandum-ganduman sebesar 20,38 juta Dolar AS atau melonjak 322,01 persen. Selain itu, impor bahan bakar mineral juga naik 15,10 persen atau senilai 11,39 juta Dolar AS," ucap Asim.

Tiongkok tetap menjadi pemasok barang impor terbesar bagi Sumatera Utara dengan nilai 130,39 juta Dolar AS atau 26,78 persen, diikuti oleh Malaysia dan Singapura. Meski secara total mengalami surplus, Sumatera Utara masih mencatatkan defisit perdagangan dengan beberapa negara tetangga.

Surplus tertinggi adalah Amerika Serikat sebesar 84,86 juta Dolar AS, Bangladesh 56,00 juta Dolar AS, dan Jepang 55,31 juta Dolar AS. Defisit terbesar terjadi pada Singapura 43,80 juta Dolar AS, Malaysia 32,99 juta Dolar AS, dan Argentina 22,49 juta Dolar AS.

Surplus yang terjaga ini diharapkan menjadi modal kuat bagi stabilitas ekonomi Sumut di tengah ketidakpastian kondisi global pada kuartal pertama tahun 2026.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN