Tuesday, July 7, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Menkeu Paparkan Langkah Ketahanan Ekonomi Selama Konflik Timur Tengah

Mistar.idRabu, 4 Maret 2026 pukul 13.09 WIB
menkeu_paparkan_langkah_ketahanan_ekonomi_selama_konflik_timur_tengah

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Liputan6.com/Tira)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memaparkan sejumlah langkah untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menilai dampak gejolak yang terjadi belakangan ini masih dalam batas yang dapat dikendalikan.

Menurut Purbaya, kekuatan utama Indonesia terletak pada pasar domestik yang besar. Jika daya beli masyarakat tetap terjaga, kontribusi permintaan dalam negeri yang menyumbang sekitar 90 persen terhadap perekonomian akan menjadi penopang utama agar Indonesia mampu bertahan.

“Selama domestic demand bisa kita jaga, yang kontribusinya 90 persen terhadap ekonomi, kita masih bisa bertahan,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026) malam, dilansir dari detikfinance.

Dari sisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ia mengakui ketegangan di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga impor minyak sehingga dapat memberi tekanan pada defisit. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah akan memaksimalkan penerimaan pajak serta bea dan cukai.

“Kalau harga impor naik, tentu bisa menekan defisit. Karena itu, kami pastikan pengumpulan pajak dan cukai optimal serta tidak ada kebocoran, agar tekanan terhadap defisit bisa dikurangi,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan tren penerimaan pajak pada awal tahun menunjukkan perbaikan. Pada Januari 2026, realisasi penerimaan pajak tercatat tumbuh 30 persen, yang dinilai sebagai sinyal positif.

“Pertumbuhan 30 persen di Januari itu signifikan. Artinya ada perbaikan nyata, baik dari sisi aktivitas ekonomi maupun kepatuhan pajak dan bea cukai,” kata Purbaya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN