Ratusan Geng Motor Bersenjata Tajam Lintasi Fly Over Brayan, Polisi Saling Lempar Kewenangan

Kawanan geng motor melintasi Fly Over Brayan. (foto:tkpbelawan/mistar)
Medan, MISTAR.ID (7/7/2026) - Aksi kawanan geng motor kian meresahkan masyarakat. Seolah tanpa tindakan, kawanan tersebut dengan terang-terangan menunjukkan eksistensinya di hadapan publik.
Seperti yang terjadi di Fly Over Brayan, ratusan anggota geng motor melintas dengan membawa senjata tajam. Video tersebut pun viral di media sosial dan mengundang perhatian warganet.
Warganet mengaku ketakutan melihat pemandangan tersebut. Bahkan, salah satu akun dalam kolom komentar menyindir kepolisian yang baru saja merayakan ulang tahun ke-80.
"Ngejek kali ni, polisi baru berubah eh mereka ngulang," tulis akun @lovyta_esa dalam unggahan @tkpbelawan yang dilihat Mistar, Selasa (7/7/2026).
Terpisah, Kapolsek Medan Barat, Kompol Made Wira, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya gerombolan geng motor tersebut. Ia menjelaskan bahwa kawanan itu hanya melintas di wilayah hukum yang dipimpinnya.
"Itu perbatasan, antara Medan Timur dan Medan Barat. Tapi hanya melintas saja. Kalau dari video lainnya dari warga yang kita peroleh, muaranya mereka ke wilayah Helvetia. Konfirmasi ke sana saja," ucapnya, Selasa (7/7/2026).
Dikatakannya, setelah mendapat informasi terkait kawanan geng motor itu, pihaknya mendatangi lokasi. Namun, setibanya di lokasi, kawanan tersebut telah pergi.
"Kita langsung ke sana, tapi kawanan itu sudah tidak ada. Karena memang melintas saja," tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Helvetia, Kompol Nelson JP Sipahutar, mengatakan lokasi tersebut merupakan wilayah hukum Polsek Medan Barat.
"Fly Over Brayan wilayah Polsek Medan Barat," ucapnya.
Dikonfirmasi terkait pernyataan Kapolsek Medan Barat yang menyebut kawanan tersebut bermuara ke wilayah Helvetia, Nelson mengatakan bahwa kelompok itu hanya berputar arah.
"Mutar mereka balik ke arah Brayan," tuturnya.
Dalam video, kawanan tersebut sempat terlihat saling serang dengan kelompok lain. Namun, perwira berpangkat satu melati emas itu mengatakan bahwa kawanan tersebut hanya "bergesekan" dengan warga yang resah.
"Bukan (perang), cuma ada masyarakat yang tidak suka atas konvoi mereka," ujarnya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Polsek Sibabangun dan Polsek Batang Toru Redam Konflik Antar Warga di Perbatasan Tapteng-TapselBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER























