Tuesday, July 7, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Tangan Warga Sumbul Nyaris Putus Ditebas Adik Kandung Pakai Parang, Korban Dirawat di RSUD Sidikalang

Mistar.idSelasa, 7 Juli 2026 pukul 16.33 WIB
tangan_warga_sumbul_nyaris_putus_ditebas_adik_kandung_pakai_parang_korban_dirawat_di_rsud_sidikalang

AS sedang dirawat di RSUD Sidikalang. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID (7/7/2026) - Tangan AS (35), warga Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, dikabarkan nyaris putus akibat ditebas adik kandungnya sendiri menggunakan parang.

Kini AS masih terbaring dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang sambil menunggu hasil musyawarah keluarga atas anjuran rujukan ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis ortopedi. Karena merupakan pasien umum, keluarga harus menyiapkan uang muka.

Informasi yang dihimpun Mistar di RSUD Sidikalang, Selasa (7/7/2026), menyebutkan AS merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Sumbul yang tiba pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB dengan kondisi luka robek di tangan kanan hingga tulangnya terlihat serta pembuluh darahnya nyaris putus.

Seorang petugas RSUD menyebutkan pasien dianjurkan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis bedah ortopedi. Namun, keluarga masih berunding terkait persetujuan rujukan karena diminta menyiapkan uang muka untuk rumah sakit tujuan. "Sampai saat ini pasien masih dalam kondisi sadar dan masih dalam pemantauan RSUD," kata petugas tersebut.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Mistar dari sejumlah warga Sumbul menyebutkan peristiwa yang menyebabkan tangan AS nyaris putus diduga akibat tebasan parang yang dilakukan MS, adik kandung AS, di rumah orang tua mereka pada Senin (6/7/2026).

Sebagaimana kabar yang beredar, saat itu AS sedang berkunjung ke rumah orang tuanya, yang juga menjadi tempat tinggal MS bersama istri dan anaknya. Ibu mereka yang sedang kurang sehat disebut tengah cekcok dengan MS. AS kemudian menasihati MS. Namun, diduga MS tidak terima, lalu mengambil parang dan mengayunkannya ke arah leher AS. Korban berhasil menangkis menggunakan tangan kanan sehingga menyebabkan tangannya mengalami luka parah hingga nyaris putus. Menurut keterangan warga, MS diduga sengaja membacok AS. Atas peristiwa itu, MS diduga telah melarikan diri.

Terpisah, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sumbul, AKP Rapolo Tambunan, saat dikonfirmasi Mistar melalui WhatsApp membenarkan kejadian tersebut, Selasa (7/7/2026).

"Informasi kejadian tersebut benar ada, melibatkan abang dan adik, AS dan MS. Namun, peristiwa itu tidak dilaporkan atau tidak dibuat laporan polisi," kata Rapolo.

Rapolo menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, dugaan penganiayaan terjadi pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di rumah milik LS.

Kronologis sementara, sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (6/7/2026), AS datang ke rumah orang tuanya, LS, untuk menjenguk sekaligus merawat ibunya, boru N, yang sedang kurang sehat. Selama ini MS bersama istri dan anaknya tinggal di rumah LS. Tidak lama kemudian, AS dan MS terlibat adu mulut. MS kemudian mengambil parang (senjata tajam) dan mengayunkannya ke arah AS. Korban menangkis menggunakan tangan kanan sehingga telapak tangan kanannya mengalami luka robek. Selanjutnya, AS dibawa ke RSUD Sidikalang.

Rapolo mengakui saat ini AS masih menjalani perawatan di RSUD Sidikalang. Sesuai informasi yang diterima, AS akan dirujuk ke rumah sakit di Medan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Atas kejadian tersebut, MS beserta istrinya telah meninggalkan rumah orang tua mereka, LS. Sementara itu, keluarga korban belum membuat laporan polisi karena masih fokus pada penanganan luka serius yang dialami AS. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN