Tuesday, July 7, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Ratusan Ojol Medan Sampaikan Tujuh Tuntutan di DPRD Sumut

Mistar.idSelasa, 7 Juli 2026 pukul 13.32 WIB
ratusan_ojol_medan_sampaikan_tujuh_tuntutan_di_dprd_sumut

Ratusan pengemudi Ojol melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut. (Foto: Ari/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams) menggelar unjuk rasa dengan menyampaikan tujuh tuntutan di depan Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut), Selasa (7/7/2026).

Ketua Godams, Agam Zubir, menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya bertujuan menuntut berbagai ketidakadilan yang dirasakan oleh ribuan pengemudi Ojol.

“Kami ini para Ojol, bukan buruh. Kami hadir di sini agar bapak dan ibu mendengarkan berbagai tuntutan kami. Meskipun teman-teman kami kemarin menggaungkan desakan potongan 8 persen, tetapi hari ini kami hadir untuk melengkapi berbagai kekurangan dari ketetapan yang belum ada,” ujarnya di depan lima anggota legislatif.

Ia menegaskan, hingga saat ini pihaknya tidak pernah mengetahui ketentuan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur kesejahteraan dan mekanisme Ojol sesuai janji Presiden Prabowo beberapa waktu lalu.

“Naskah Perpres itu kami tidak tahu bagaimana produk hukumnya. Apakah bapak dan ibu pernah melihat naskah itu atau tidak. Karena potongan delapan persen tidak maksimal, malah tarif pendapatan kami yang dipangkas. Maka dari itu, jutaan harapan kami layangkan kepada bapak dan ibu semua,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu anggota legislatif, yakni Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumut, Benny Harianto Sihotang, menyampaikan bahwa pihaknya baru saja melakukan kunjungan ke DPR RI dan menyampaikan berbagai tuntutan terkait kesejahteraan para Ojol.

“Segala tuntutan ini juga sudah kami bawa pada 2 Juli lalu ke DPR RI. Mereka berjanji akan menuntaskan undang-undangnya. Yang kami terima hingga saat ini masih terkait potongan 8 persen, tetapi ada permintaan lain dengan mengakomodasi ShopeeFood, Maxim, InDrive, dan lainnya,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya memastikan bahwa tuntutan Godams di luar konteks 8 persen akan segera disampaikan kembali dan dikawal agar seluruh tuntutan dapat ditindaklanjuti.

“Kami akan bersama bapak dan ibu mengawal ini semua. Tuntutannya sedang berproses di DPR RI, kami memastikan akan mengawal ini,” tegasnya.

Diketahui, adapun tujuh tuntutan tersebut, yakni:

1. Hapus layanan hemat (Gacor, GBH, dan Slot) serta orderan gabungan.

2. Akomodasi aspirasi pengemudi ShopeeFood, Maxim, dan InDrive.

3. Tarif dasar per kilometer yang adil dan transparan.

4. Terapkan potongan 8 persen untuk semua layanan.

5. Regulasi yang jelas untuk barang dan makanan.

6. Tindak tegas aplikasi yang tidak patuh.

7. Mendesak DPR RI segera merampungkan undang-undang sebagai payung hukum Ojol. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN