Tuesday, July 7, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Drama Menit 90+1! Mikel Merino Hancurkan Mimpi Ronaldo, Spanyol Singkirkan Portugal dari Piala Dunia 2026

Mistar.idSelasa, 7 Juli 2026 pukul 04.12 WIB
drama_menit_901_mikel_merino_hancurkan_mimpi_ronaldo_spanyol_singkirkan_portugal_dari_piala_dunia_2026

Mikel Merino bersama rekan merayakan gol semata wayangnya yang menghancurkan mimpi Ronaldo dan menyingkirkan Portugal dari Piala Dunia 2026. (foto:gettyimage via fwc/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (7/7/2026) — Ketika sebagian besar penonton di Dallas Stadium mulai membayangkan laga akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Mikel Merino justru menulis akhir cerita yang berbeda. Satu sentuhan kaki kiri gelandang Spanyol itu pada menit ke-90+1 cukup untuk mematahkan perlawanan Portugal sekaligus mengantar La Roja melaju ke perempat final Piala Dunia 2026.

Gol telat Merino memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi Spanyol dalam duel sesama raksasa Semenanjung Iberia yang berlangsung ketat, intens, dan sarat pertarungan taktik.

Bagi Portugal, kekalahan ini terasa begitu menyakitkan. Mereka hanya berjarak beberapa menit dari perpanjangan waktu sebelum akhirnya dipaksa mengakhiri perjalanan di turnamen. Sementara bagi Cristiano Ronaldo, hasil tersebut bisa menjadi salah satu momen paling emosional dalam karier panjangnya di panggung Piala Dunia.

Sejak peluit awal dibunyikan wasit Anthony Taylor, pertandingan berjalan sesuai prediksi. Spanyol tampil dominan dalam penguasaan bola, sedangkan Portugal mengandalkan transisi cepat untuk menyerang balik.

La Roja hampir membuka keunggulan saat laga baru berjalan sembilan menit. Mikel Oyarzabal lolos dari kawalan dan berhadapan langsung dengan Diogo Costa. Namun, penyelesaian akhirnya masih melebar tipis dari gawang Portugal.

Peluang itu menjadi awal dari tekanan yang terus dilancarkan pasukan Luis de la Fuente. Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Alex Baena bergantian menguji pertahanan lawan, tetapi Diogo Costa tampil luar biasa di bawah mistar.

Kiper Porto tersebut menjadi alasan utama Portugal mampu bertahan sepanjang babak pertama. Salah satu momen terbaiknya terjadi pada menit ke-17 ketika ia menggagalkan dua peluang beruntun Spanyol dalam satu serangan cepat.

Meski lebih banyak ditekan, Portugal bukan tanpa ancaman. Bruno Fernandes beberapa kali menjadi motor serangan, sementara Cristiano Ronaldo tetap berusaha mencari ruang di antara rapatnya pertahanan Spanyol.

Peluang terbaik Selecao datang menjelang turun minum. Nuno Mendes melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang sempat mengenai Pedro Porro sebelum membentur mistar gawang. Situasi itu membuat kubu Spanyol terselamatkan dari kebobolan.

Skor 0-0 bertahan hingga jeda, tetapi statistik menunjukkan Spanyol lebih mengendalikan permainan. Mereka unggul dalam jumlah peluang dan expected goals, sementara Portugal lebih mengandalkan efektivitas serangan balik.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan sedikit menurun. Kedua tim terlihat lebih berhati-hati karena menyadari satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

Portugal sempat kehilangan Nuno Mendes akibat cedera pada menit ke-56. Kehilangan bek kiri yang tampil impresif sepanjang pertandingan itu menjadi pukulan tersendiri bagi tim asuhan Roberto Martinez.

Di sisi lain, Spanyol terus mencoba mencari celah melalui kreativitas Yamal dan Pedri. Namun, pertahanan Portugal yang dikomandoi Ruben Dias dan Renato Veiga masih mampu menahan gempuran lawan.

Ketika pertandingan memasuki 15 menit terakhir, kedua pelatih mulai memainkan kartu dari bangku cadangan. Luis de la Fuente memasukkan Mikel Merino dan Ferran Torres untuk menambah variasi serangan. Keputusan itu kemudian terbukti menjadi titik balik pertandingan.

Saat waktu normal hampir habis, Spanyol mendapatkan momentum yang selama ini mereka cari.

Berawal dari eksekusi cepat tendangan bebas, Fabian Ruiz mengalirkan bola ke Ferran Torres. Penyerang Barcelona itu kemudian mengirim umpan terukur yang membelah konsentrasi lini belakang Portugal.

Merino yang bergerak dari lini kedua langsung menyambut bola dan berhadapan satu lawan satu dengan Diogo Costa. Dengan tenang, gelandang Arsenal tersebut melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur ke sudut bawah gawang.

Gol.

Spanyol akhirnya memecahkan kebuntuan tepat pada menit ke-90+1.

Selebrasi meledak di kubu La Roja. Sebaliknya, para pemain Portugal hanya bisa terdiam menyaksikan harapan mereka runtuh dalam hitungan detik.

Portugal masih memiliki satu peluang terakhir pada masa injury time. Francisco Conceicao mengirim umpan silang akurat yang disambut Bernardo Silva melalui sundulan. Namun, bola hanya meluncur tipis di atas gawang.

Kesempatan emas itu menjadi momen terakhir Portugal sebelum peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini kembali menegaskan kekuatan kolektif Spanyol. Mereka mungkin tidak selalu bermain spektakuler, tetapi tetap konsisten menjalankan sistem permainan yang terorganisasi dengan baik. Ketika peluang datang, mereka mampu memanfaatkannya secara maksimal.

Sebaliknya, Portugal kembali memperlihatkan ketergantungan terhadap momen-momen individual. Bruno Fernandes, Joao Felix, Pedro Neto, hingga Ronaldo sempat menghadirkan ancaman, tetapi serangan mereka sering terputus sebelum mencapai penyelesaian akhir yang efektif.

Pada akhirnya, pertandingan ini bukan hanya soal satu gol Merino. Ini adalah kisah tentang kesabaran, disiplin taktik, dan kemampuan memanfaatkan momentum di saat yang paling menentukan.

Spanyol melangkah ke perempat final dengan penuh keyakinan. Sementara Portugal harus pulang dengan penyesalan karena hanya beberapa menit lagi dari babak tambahan waktu sebelum Mikel Merino mengubah segalanya.

(fotmob/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN