Tuesday, July 7, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Dua Pemuda yang Bertikai di Sei Mencirim, Kini Telah Berdamai

Mistar.idSelasa, 7 Juli 2026 pukul 12.04 WIB
dua_pemuda_yang_bertikai_di_sei_mencirim_kini_telah_berdamai

Kedua belah pihak dan orang tua bersalaman dan saling memaafkan. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID - Dua kelompok pemuda bertikai di Lapangan Bola Medan Krio, Jalan Sei Mencirim, Sunggal, Deli Serdang, Selasa (7/7/2026) dini hari. Satu diantaranya terluka diduga akibat sabetan senjata tajam. Kini, kedua kelompok telah berdamai dan saling memaafkan.

Informasi diperoleh, keributan dua kelompok itu diduga ditenggarai karena aksi saling 'bereng', Minggu (5/7/2026) malam. Diduga salah satu pihak tak senang, hingga perkelahian terjadi.

Kanit reskrim polsek Sunggal, Iptu Herman Sentosa mengatakan, berdasarkan keterangan salah seorang saksi, Ziskayla, Minggu (5/7/2026), seorang pria bernama Farhan hendak mengeluarkan sepeda motor dari parkiran usai membeli jajanan di lokasi.

Tiba-tiba dua orang pria melintas mengendarai sepeda motor, yang salah satunya bernama Rere. Satu dari keduanya dikatakan menegur Farhan agar meminggir.

"Ucapan minggir itu disahuti oleh Farhan. Sehingga terjadi cekcok mulut dan sempat ada perkelahian di sana," ucapnya, Selasa (7/7/2026).

Melihat warga yang sudah ramai, kedua belah pihak pun membubarkan diri. Namun masalah tersebut tak berhenti. Esoknya, Senin (6/7/2026) malam, Rere dan teman-temannya berkumpul kembali di lapangan bola tersebut. Melihat Farhan juga berada di lokasi, Rere dan beberapa temannya menghampiri Farhan.

"Pengakuannya mereka datang untuk meminta maaf masalah kemarin. Namun menurut saksi, Farhan memukul Rere," lanjut Herman.

Mendapat pukulan, Rere yang tak senang membalas pukulan tersebut hingga keduanya kembali beradu otot. Aksi satu lawan satu itu berlanjut hingga Selasa dini hari. Saat itu tangan Rere terluka diduga karena senjata tajam.

"Menurut Rere, tangannya terluka diduga karena senjata tajam. Lalu ia berteriak ke teman-temannya bahwa Farhan menggunakan sajam. Akhirnya teman-teman Rere mau mengejar Farhan," bebernya.

Petugas yang mendapat informasi itu turun ke lokasi. Sontak, kedua kubu yang bertikai membubarkan diri.

"Kita panggil yang bersangkutan dan orang tua masing-masing, kita temukan di kantor desa. Keduanya akhirnya berdamai dan saling memaafkan," tutup Herman. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN