Heboh! Pedagang Keliling Ditemukan Meninggal Mendadak di Pasar Horas Pematangsiantar

Pihak kepolisian melakukan olah TKP. (foto:istimewa/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (7/7/2026) - Aktivitas sore di Gedung II Lantai I Pasar Horas, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, mendadak gempar, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 16.25 WIB. Pedagang dan pengunjung pasar dikejutkan oleh temuan seorang pria yang mendadak tak bernyawa di lokasi tersebut.
Korban diketahui berinisial LS (42), warga Jalan Permosi, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur. Sehari-harinya, pria paruh baya itu dikenal menyambung hidup dengan menjajakan celana pendek secara berkeliling di kawasan pasar tradisional tersebut.
Menerima laporan darurat dari masyarakat melalui Call Center 110, personel Polsek Siantar Barat langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Proses evakuasi dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) dipimpin langsung oleh Kapolsek Siantar Barat, IPTU Raja Kaya Haloho, bersama Kanit Reskrim IPDA Esron Pasaribu dan Kanit Intel AIPTU Ridwan Lubis.
"Begitu masuk laporan lewat Call Center 110, kita langsung meluncur ke TKP untuk mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban," ungkap IPTU Raja Kaya Haloho kepada Mistar.id, Selasa (7/7/2026).
Tak berselang lama, Tim Inafis Polres Pematangsiantar tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP awal. Menggunakan ambulans PSC 119, jasad LS kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Djasamen Saragih untuk penanganan medis. Namun, dokter jaga menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan pertolongan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis dan identifikasi kepolisian, petugas memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik maupun indikasi mencurigakan lainnya pada tubuh korban. Kematian pria berusia 42 tahun itu diduga kuat akibat penyakit menahun yang dideritanya.
Suasana haru menyelimuti rumah sakit saat pihak keluarga tiba. Meski terpukul, keluarga mengaku telah mengikhlaskan kepergian korban. Adik kandung korban, R br S, langsung menandatangani surat pernyataan resmi untuk tidak dilakukan autopsi.
"Dugaan kuat karena sakit. Berhubung tidak ada tanda-tanda mencurigakan dan keluarga juga sudah membuat surat pernyataan menolak autopsi, jenazah langsung kita serahkan ke pihak keluarga sore itu juga," jelas Kapolsek.
Sore itu juga, jenazah LS dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Jalan Permosi untuk disemayamkan sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER























