DPK Perbankan November 2025 Tembus Rp9.217 Triliun, Tabungan Jadi Penopang Utama

Bank Indonesia (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan nasional terus menunjukkan tren positif. Pada November 2025, total DPK tercatat mencapai Rp9.217,9 triliun atau tumbuh 8,5% secara tahunan (year on year/yoy), berdasarkan data Bank Indonesia (BI).
Capaian tersebut mencerminkan akselerasi pertumbuhan dibandingkan Oktober 2025 yang masih berada di level 8,2% yoy dengan nilai Rp9.154,3 triliun. Bank Indonesia menilai penguatan ini menjadi sinyal stabilitas likuiditas perbankan menjelang akhir tahun.
Pertumbuhan DPK terutama ditopang oleh peningkatan tabungan yang melaju 8,8% yoy menjadi Rp3.040,2 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tabungan pada Oktober 2025 yang sebesar 7,2% yoy.
Dari komposisinya, tabungan perorangan mendominasi dengan nilai Rp2.629,6 triliun. Pertumbuhannya mencapai 6,4% yoy, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 5,2%. Sementara itu, tabungan korporasi tercatat sebesar Rp346 triliun dengan lonjakan pertumbuhan signifikan hingga 29% yoy, meningkat dari 24,8% pada Oktober 2025.
Di sisi lain, dana pihak ketiga berbentuk giro mencapai Rp2.939,3 triliun. Namun, pertumbuhannya sedikit melambat menjadi 12,8% yoy dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat 13,2%. Kondisi serupa juga terjadi pada simpanan berjangka yang hanya tumbuh 4,7% yoy, turun tipis dari bulan sebelumnya 4,9%, dengan total nilai Rp3.238,4 triliun.
Bank Indonesia mencatat, jika ditinjau berdasarkan kelompok nasabah, peningkatan DPK terutama berasal dari segmen perorangan. Pertumbuhan DPK perorangan naik menjadi 2,7% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 0,8%, sebagaimana tercantum dalam laporan uang beredar BI.
PREVIOUS ARTICLE
Harga Cabai Rawit Rp80 Ribu per Kilogram di Pematangsiantar






















