Monday, June 29, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Catatan Taktis INALUM Menjaga Masa Depan Hidrologi dan Hayati Sumatera Utara

Mistar.idSenin, 29 Juni 2026 pukul 10.00 WIB
catatan_taktis_inalum_menjaga_masa_depan_hidrologi_dan_hayati_sumatera_utara

Aluminium yang dihasilkan INALUM sebesar 275 ribu ton / tahun berasal dari energi hijau sebagai konsistensi jaga masa depan hidrologi dan hayati. (Foto: Dokumentasi INALUM/Mistar)

news_banner

Kegiatan dalam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), baru-baru ini dirasakan oleh masyarakat di Desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara pada 12-13 Juni 2026 lalu.

“Melalui pelatihan Metode Tani Nusantara ini, masyarakat semakin mandiri dalam mengelola usaha pertanian, mampu meningkatn produksi serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan,” kata Kepala Departemen Pemberdayaan Masyarakat INALUM, Ali Hasian Harahap dalam keterangannya.

Sistem pertahanan lini sosial juga dipikirkan. Mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah menyasar 10 Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah DTA Danau Toba. Terhadap generasi muda, pelajar diajak terlibat langsung. Ada program Sekolah Peduli Lingkungan yang libatkan 41 SMP. Aktivitasnya mulai dari pembuatan biopori, penanaman pohon dan pengelolaan mini greenhouse.

Hilir ekosistem ini berada di pesisir Kabupaten Batu Bara, tempat Smelter INALUM Kuala Tanjung beroperasi. Ada garis pantai yang jadi ancaman nyata abrasi, ditambah potensi kenaikan permukaan air lahut dihadapi dengan pembangunan benteng vegetasi maritim.

Gerakan taktisnya, pada tahun 2025 lalu melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Kelompok Tani Cinta Mangrove, sebanyak 15.000 bibit mangrove ditanam. Program kolaboratif ini bernama skema ‘Pohon Asuh’.

Akar-akar tangguh mangrove jadi benteng pesisir. Fauna penting seperti Monyet Ekor Panjang, Burung Perenjak Jawa hingga Penyu Hijau bisa jadi rumah aman disekitar hutan mangrove ini, termasuk jadi koridor persinggahan burung air migran. Sepanjang 55,9 kilometer garis pantai timur Kabupaten Batu Bara kini jadi restorasi ekosistem hulu-hilir ekologis global.

Berdasarkan survei ilmiah Yayasan Warisan Hidup Sumatera (WHIS) pada 53 titik pengamatan membuktikan bahwa wilayah pesisir yang padat industri ini justru jadi oase bagi 148.978 burung air dan 618 burung terrestrial yang bermigrasi dari belahan bumi utara demi menghindari musim dingin ekstrem.

Diantaranya terdapat satwa dengan populasi global sangat kritis seperti Bangau Bluwok (hanya tersisa 174 ekor di dunia) dan Trinil Nordmann (sisa 69 ekor di dunia). Demi melindungi burung yang langka ini, INALUM telah mendorong lahirnya peraturan Desa tentang Perlindungan Burung Air Bermigrasi dan program ekowisata Bird Watching berbesis komunitas.

Langkah INALUM menjalankan konservasi ini bukan untuk pemenuhan standar regulasi dekarbonasi atau PROPER belaka. Perusahaan punya landasan peningkatan porsi peningkatan energi bersih berbasis PLTA dalam proses produksi aluminium yang tahun 2024 naik dari 94,29 persen menjadi 95,51 persen di tahun 2025. Program ini disempurnakan dengan konversi kenderaan operasional menjadi kenderaan listrik (EV) yang mereduksi emisi karbon hingga -4,2 ton CO2 Eq per tahun.

Pada akhirnya, jejak yang ditinggalkan INALUM mulai dari proses pembibitan, penanaman kembali dan memelihara pesisir di Kabupaten Batu Bara adalah catatan yang hidup. Catatan hidup ini akan menjadi konservasi terbaik yang menjadi warisan untuk generasi masa depan. Bahwa alam yang dipelihara dengan baik, akan dinikmati generasi masa depan.

Generasi yang akan datang dapat melanjutkan catatan hidup ini, menjadi semua tuntunan bahwa mereka tetap bisa memelihara alam di tengah pembangunan industri ekstraktif ini. (hm25)

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN