Inalum Raih PROPER Emas dan Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup

Penyerahan penghargaan kepada Inalum oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif. (Foto: Dokumen Inalum/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofig, menyerahkan penghargaan kepada PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atas pencapaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas dan Hijau dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Hal tersebut dibenarkan Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, dimana penghargaan tersebut sebab komitmen untuk praktik bisnis berkelanjutan sehingga layak meraih peringkat PROPER emas untuk operasional pabrik pembangkit listrik tenaga air dalam (PROPER) tahun 2025.
"Saat penyerahan tersebut, di Taman Mini Indonesia Indah di 7 April 2026, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif secara tegas mengatakan PROPER mengalami perkembangan menjadi instrumen transformasi sehingga mampu mendorong dunia usaha melampaui kepatuhan," ujar Melati, Senin (13/4/2026).
Lanjut Melati, capaian prestasi tersebut menjadi refleksi komitmen jangka panjang Inalum menjadi inti strategi bisnis sebagai refleksi komitmen jangka panjang, serta tidak hanya fokus kepada kepatuhan tetapi lebih kepada penciptaan nilai integritas aspek lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) yang terukur dan berdampak nyata.
"Pencapaian tersebut merupakan bentuk konsistensi Inalum upaya mengintegrasikan secara berkelanjutan kedalam strategi bisnis," ucapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, Inalum telah konsisten melakukan kinerja dalam PROPER dan telah meraih peringkat emas untuk pabrik peleburan di Kuala Tanjung di tahun 2022, 2024, dan 2025, demikian juga operasional PLTA di Paritohan, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba di tahun 2023.
"Untuk peringkat hijau juga tercatat secara berkelanjutan, untuk operasional PLTA di tahun 2022, 2024 dan 2025, dan ini merupakan konsistensi implementasi prinsip ESG di setiap lini operasional perusahaan sesuai dengan bukti rekam jejak," tuturnya.
Kendati demikian menurut Melati, dimana capaian tersebut tidak lepas dari dukungan dari inisiatif inovasi lingkungan (ECO innovation) seperti, pengolahan limbah, efisiensi energi, sumber daya serta optimalisasi proses operasional yang berkontribusi kepada peningkatan kinerja Inalum berkesinambungan, demikian juga pengembangan pendekatan circular economy dengan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna.
"Bentuk program unggulan kita, salah satunya bagaimana menjadikan sampah menjadi suatu berkah, sehingga terwujud dalam bentuk nyata yang dapat menjadi bernilai ekonomi untuk masyarakat sekitar," ucapnya. (hm20)























