Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

BPS: Pengangguran November 2025 di Indonesia Berjumlah 7,35 Juta Orang

Mistar.idKamis, 5 Februari 2026 pukul 14.01 WIB
bps_pengangguran_november_2025_di_indonesia_berjumlah_735_juta_orang

Ilustrasi. (foto: Antara/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia pada November 2025 mencapai 7,35 juta orang. Angka tersebut menurun sekitar 109 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan penurunan tersebut menunjukkan perbaikan kondisi pasar tenaga kerja nasional. “Pada November 2025, jumlah penganggur tercatat 7,35 juta orang, berkurang 0,109 juta orang dibandingkan Agustus 2025,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Penurunan jumlah pengangguran itu tercermin dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 4,74%, lebih rendah dibandingkan TPT Agustus 2025 yang sebesar 4,85%. Penurunan terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan, serta di wilayah perkotaan dan perdesaan.

BPS mencatat jumlah penduduk bekerja mencapai 147,91 juta orang dari total angkatan kerja sebanyak 155,27 juta orang pada November 2025. Jumlah penduduk bekerja meningkat 1,371 juta orang dibandingkan periode Agustus 2025.

Jika dirinci, pekerja penuh waktu mencapai 100,497 juta orang atau bertambah sekitar 1,85 juta orang. Sementara itu, jumlah pekerja paruh waktu tercatat 35,858 juta orang atau turun 438 ribu orang, dan setengah pengangguran berjumlah 11,558 juta orang atau turun sekitar 42 ribu orang.

Amalia menambahkan, jumlah angkatan kerja meningkat menjadi 155,27 juta orang atau bertambah 1,262 juta orang. Sebaliknya, penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja menurun menjadi 63,58 juta orang atau berkurang sekitar 580 ribu orang.

Selain itu, proporsi penduduk bekerja di sektor formal mengalami peningkatan selama periode Agustus hingga November 2025. Peningkatan ini terutama didorong oleh bertambahnya jumlah buruh, karyawan, dan pegawai.

“Proporsi pekerja formal pada November 2025 mencapai 42,30% dari total penduduk bekerja,” kata Amalia.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN