Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Ekonomi Sumut 2025 Tumbuh 4,53 Persen Selama 2025

Mistar.idKamis, 5 Februari 2026 pukul 14.31 WIB
ekonomi_sumut_2025_tumbuh_453_persen_selama_2025

Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara (Sumut) menyebutkan pertumbuhan ekonomi provinsi sepanjang 2025 mencapai 4,53 persen.

Meski angka ini melambat jika dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,03 persen, capaian tersebut dinilai tetap solid. Mengingat, Sumut baru saja dihantam bencana hidrometeorologi hebat di akhir tahun.

Kepala BPS Sumatra Utara (Sumut), Asim Saputra, mengungkapkan bahwa pada Triwulan IV-2025, ekonomi Sumut tumbuh 4,23 persen (y-on-y). Angka ini merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan provinsi tetangga yang juga terdampak bencana serupa.

"Dari tiga provinsi yang terdampak bencana, kita tumbuh paling tinggi dan cukup cepat. Sebagai perbandingan, Aceh bahkan mengalami kontraksi hingga 1,6 persen dan Sumatera Barat tumbuh di bawah 2 persen. Kita tetap tumbuh solid di angka 4,23 persen secara year-on-year," kata Asim, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, ekonomi Sumut mencapai Rp317,40 triliun. Dilihat dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025 terjadi pada sektor transportasi dan pergudangan yang melesat 10,74 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,24 persen. Disisi lain, konsumsi rumah tangga tetap menunjukkan daya beli yang kuat dengan pertumbuhan positif 4,05 persen.

"Masyarakat Sumut memiliki resiliensi yang luar biasa. Saya keliling ke wilayah bencana, mereka tidak sekadar berharap bantuan uang, tapi semangat untuk segera pulih. Daya beli kita tetap terjaga meski di tengah situasi sulit," ucap Asim.

Asim mengakui bahwa bencana sempat memukul sektor pertanian akibat rusaknya lahan sawah dan terganggunya jalur logistik. Namun, proses pemulihan yang cepat menjadi kunci ekonomi Sumut tidak terperosok lebih dalam.

Ia juga mencatat investasi tumbuh tipis di bawah 1 persen pada akhir tahun, namun diprediksi akan kembali bergerak seiring proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Saat ini yang dibutuhkan adalah kecepatan. Kami di BPS mendukung melalui dashboard Pasada Bencana sebagai data tunggal untuk memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi tepat sasaran. Pembangunan kembali perumahan, jalan, dan fasilitas umum nantinya akan menggerakkan kembali sektor investasi kita di awal 2026," ujarnya.

Secara spasial, Sumut masih mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif ekonomi di Pulau Sumatra pada tahun 2025. Sumut memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Pulau Sumatera, yaitu sebesar 23,54 persen, disusul oleh Riau 22,88 persen dan Sumatera Selatan 13,71 persen. (Amita)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN