Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bisnis Laundry Indonesia Melonjak, Siap jadi Pemimpin Pasar di Asia Tenggara

Mistar.idJumat, 31 Oktober 2025 pukul 14.55 WIB
bisnis_laundry_indonesia_melonjak_siap_jadi_pemimpin_pasar_di_asia_tenggara

Jalannya acara Laundry Innovation Summit with Expo Laundry 2025. (foto: detik/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Industri laundry di kawasan Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan proyeksi, pasar laundry di wilayah ini diperkirakan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 9,1% sepanjang 2025–2030.

Model laundromat atau layanan cuci mandiri juga mengalami peningkatan pesat. Hingga 2024, tercatat ada sekitar 18.000 outlet di kawasan Asia Pasifik, atau naik 60% dibanding empat tahun sebelumnya.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat adopsi laundromat tertinggi di Asia Tenggara. Untuk mendorong perkembangan sektor ini, Laundry Innovation Summit with Expo Laundry 2025 kembali digelar sebagai wadah kolaborasi dan inovasi bagi para pelaku usaha laundry di Tanah Air.

“Kami ingin mendorong transformasi industri laundry agar tidak hanya mengandalkan model konvensional. Pelaku usaha perlu mengadopsi sistem yang lebih efisien dan terstruktur, mulai dari operasional, manajemen SDM, hingga keuangan,” ujar CEO Apique Group, Apik Primadya, Jumat (31/10/2025).

Acara yang berlangsung pada 31 Oktober–1 November 2025 di JICC Hall A, Jakarta, ini menghadirkan ratusan pelaku usaha, mitra bisnis, dan profesional dari berbagai daerah untuk berbagi pengetahuan serta menjalin kerja sama di bidang laundry modern.

Dengan tema “Shaping the Best Strategy: People, Business, Impact,” forum ini menekankan pentingnya dampak positif industri laundry terhadap pelaku usaha, lingkungan, dan masyarakat.

“Teknologi ramah lingkungan, efisiensi operasional berkelanjutan, serta peningkatan profesionalisme menjadi fokus utama dalam agenda tahun ini,” kata Apik.

Lebih lanjut, ia menjelaskan terdapat 10 sektor potensial di industri laundry modern, antara lain hospitality (hotel dan penginapan), healthcare (rumah sakit dan klinik), laundromat (self-service dan hybrid), komunitas apartemen dan kos, institusi pemerintahan, restoran, professional care & luxury laundry, peralatan rumah tangga (residential equipment), pengolahan linen komersial/industri, serta manajemen fasilitas.

Apik menambahkan, model bisnis baru seperti hybrid laundromat, eco-laundry, serta layanan pickup & delivery berbasis aplikasi digital diprediksi akan mendominasi tren industri pada 2026. (hm24)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN