Akademisi USI Ingatkan Risiko Ketergantungan di Balik Penyaluran BLT Kesra

Akademisi Universitas Simalungun, Raja M Nainggolan. (foto: abdi/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) pada 2025 dengan sasaran keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dan menjaga optimisme sehingga konsumsi rumah tangga tetap terjaga.
Akademisi Universitas Simalungun, Raja M Nainggolan, mengatakan penyaluran BLT secara bertahap selama Oktober hingga Desember diharapkan mampu menopang daya beli masyarakat pada triwulan terakhir 2025.
“Pemerintah menyalurkan Rp900.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara bertahap selama periode Oktober hingga Desember dengan total penerima sebanyak 35 juta KPM,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).
Raja mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi pencairan bantuan melalui situs resmi Kementerian Sosial, serta mewaspadai penipuan atau informasi hoaks yang mengatasnamakan bansos.
“Penyaluran BLT dilakukan melalui bank Himbara dan PT Pos Indonesia, sehingga diharapkan dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil,” katanya.
Ia menambahkan, keberlanjutan penyaluran BLT harus mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat. Apabila daya beli masih lemah, maka program tersebut perlu diteruskan pada 2026.
Namun, Raja mengingatkan bahwa BLT bukanlah solusi jangka panjang. “BLT hanya solusi sementara. Penyaluran yang tidak terkendali dapat meningkatkan ketergantungan masyarakat dan menghambat kemandirian finansial dalam jangka panjang,” ucapnya. (hm24)
PREVIOUS ARTICLE
Stok Menipis, Harga Andaliman di Pasar Toba Naik Tajam



















