Sunday, June 28, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Airlangga Dampingi Prabowo di KTT ASEAN ke-48, Fokus Bahas Ketahanan Kawasan

Mistar.idKamis, 7 Mei 2026 pukul 14.14 WIB
airlangga_dampingi_prabowo_di_ktt_asean_ke48_fokus_bahas_ketahanan_kawasan

KTT ASEAN ke-48. (foto: Arsip Kemenko Perekonomian/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 yang berlangsung di Cebu pada 7–9 Mei 2026.

Dalam agenda tersebut, Airlangga juga memimpin delegasi Indonesia pada pertemuan ASEAN Economic Community Council (AECC) ke-27.

Menurut Airlangga, pembahasan utama KTT ASEAN tahun ini berfokus pada dampak konflik global terhadap kawasan Asia Tenggara, terutama terkait ketahanan energi, ketahanan pangan, dan stabilitas ekonomi regional.

“KTT ASEAN ke-48 akan menyoroti berbagai tantangan global yang memengaruhi kawasan, khususnya isu energi, pangan, dan stabilitas ekonomi,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda penting selama pelaksanaan KTT. Pada 7 Mei 2026, kepala negara mengikuti pertemuan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).

Selanjutnya, pada 8 Mei 2026, Presiden menghadiri KTT ASEAN ke-48 yang digelar dalam sesi pleno dan retreat.

Sementara itu, pertemuan AECC berlangsung pada 7 Mei 2026 di Dusit Thani Cebu. Forum tahunan para Menteri Ekonomi ASEAN tersebut tahun ini dipimpin Filipina selaku Ketua ASEAN 2026.

Sejumlah isu strategis dibahas dalam forum itu, mulai dari tantangan ekonomi global, implementasi AEC Blueprint 2025, penyusunan AEC Strategic Plan 2026–2030, hingga pembahasan agenda lintas sektor ekonomi ASEAN.

Pertemuan juga menyinggung proses keanggotaan Timor Leste di ASEAN serta perkembangan negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

Airlangga menyebutkan, perekonomian ASEAN pada 2025 mampu tumbuh 4,9 persen, melampaui proyeksi awal di tengah tekanan ekonomi dunia. “Kinerja ekonomi ASEAN menunjukkan fondasi kawasan yang tetap kuat meski menghadapi ketidakpastian global,” katanya.

Pada masa keketuaannya tahun 2026, Filipina mengusung tema “Navigating Our Future Together” sebagai simbol penguatan kerja sama dan arah pembangunan bersama di kawasan.

ASEAN juga menargetkan penyelesaian 19 Priority Economic Deliverables (PED) sepanjang 2026. Fokus utamanya mencakup penguatan perdagangan dan investasi, percepatan transformasi digital, pengembangan UMKM, ekonomi kreatif dan inovasi, serta pembangunan berkelanjutan dan inklusif.

Terkait DEFA, Airlangga menjelaskan mayoritas substansi perjanjian telah disepakati dan kini tinggal memasuki tahap legal scrubbing sebelum ditandatangani pada KTT ASEAN November 2026 mendatang.

Ia optimistis implementasi DEFA dapat meningkatkan nilai ekonomi digital ASEAN menjadi 2 triliun dolar AS pada 2030, naik signifikan dibanding proyeksi awal sebesar 1 triliun dolar AS.

DEFA sendiri merupakan salah satu warisan utama Keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023 dan ditargetkan rampung sepenuhnya tahun ini.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN