Friday, September 25, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Prabowo Dorong Edukasi Gambut dan Pencegahan Karhutla Masuk Kurikulum Sekolah

Mistar.idJumat, 25 September 2026 pukul 14.05 WIB
prabowo_dorong_edukasi_gambut_dan_pencegahan_karhutla_masuk_kurikulum_sekolah

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut dinilai perlu dilakukan sejak dini. Presiden Prabowo Subianto mendorong agar pemahaman mengenai pentingnya menjaga gambut dan mencegah kebakaran turut dikenalkan melalui pendidikan di sekolah.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan arahan tersebut disampaikan Prabowo saat berdiskusi dengan sejumlah ilmuwan dan pakar mengenai pengelolaan gambut serta upaya pencegahan karhutla.

Menurut Brian, edukasi mengenai gambut penting diberikan kepada masyarakat sebelum terjadi kebakaran. Kesadaran menjaga ekosistem gambut diharapkan tidak hanya muncul ketika bencana sudah terjadi.

Karena itu, pengetahuan mengenai gambut dan pencegahan kebakaran dinilai perlu diperkenalkan sejak lingkungan sekolah. Prabowo pun mendorong agar materi terkait hal tersebut dapat menjadi bagian dari kurikulum pendidikan.

“Bapak Presiden menyampaikan bagaimana hal-hal ini juga edukasi-edukasi itu diperlukan oleh setiap warga masyarakat, mulai dari sekolah-sekolah, kurikulum-kurikulum tentang pentingnya peduli terhadap gambut, pentingnya mencegah kebakaran,” ujar Brian di Kompleks Istana Kepresidenan dikutip, Jumat (25/9/2026).

Dorongan tersebut berkaitan dengan karakteristik lahan gambut yang membuat kebakaran di wilayah tersebut sulit ditangani. Dalam kondisi tertentu, api tidak hanya membakar bagian permukaan, tetapi dapat merambat di dalam lapisan gambut sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus.

Brian menyebut para ilmuwan yang mengikuti pembahasan tersebut memiliki pandangan yang hampir sama mengenai pentingnya langkah pencegahan.

Menurut dia, mencegah terjadinya kebakaran dinilai lebih efektif dan membutuhkan biaya lebih rendah dibandingkan menangani kebakaran setelah api muncul.

“Tadi hampir semua ilmuwan ini sepakat bahwa mencegah itu jauh lebih baik, jauh lebih murah, dan dampaknya juga akan diminimalisir,” kata Brian.

Ia menjelaskan, penanganan kebakaran di lahan gambut memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dapat membutuhkan waktu, tenaga, serta biaya yang tidak sedikit.

“Para ahli tadi menyampaikan betapa sulitnya dan betapa mahalnya untuk pemadaman gambut karena memang gambut adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dipadamkan,” ucapnya.

Atas dasar itu, edukasi di sekolah menjadi salah satu pendekatan pencegahan jangka panjang yang didorong pemerintah. Pemahaman tentang gambut diharapkan tidak hanya dimiliki oleh aparat dan kalangan peneliti, tetapi juga menjadi pengetahuan masyarakat sejak usia sekolah.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat pencegahan karhutla. Selain mendorong edukasi, pemerintah juga tengah menyiapkan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional untuk memperkuat pengelolaan kawasan gambut dan mangrove secara terintegrasi.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN