0.1 C
New York
Sunday, February 5, 2023

Wali Kota Medan Tidak Ingin Ancaman Resesi Menghambat Target Pembangunan di Tahun 2023

Medan, MISTAR.ID
Guna memaksimalkan pembangunan Kota Medan di tahun 2023, Pemko Medan melalui Bappeda Kota Medan menggelar Rapat Kerja Koordinasi Pengendalian Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Tahun 2023 di Hotel Santika Dyandra Medan, Kamis (19/1/23).

Rapat kerja ini dibuka langsung oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution. Hadir juga Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, para pimpinan OPD, camat, lurah dan para pimpinan Perusahaan Daerah Kota Medan.

Dalam rapat tersebut, Bobby Nasution menyampaikan tentang kondisi global saat ini. Di mana sesuai dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo dalam rapat kerja kepala daerah beberapa waktu yang lalu, bahwa 1/3 belahan dunia diprediksi akan mengalami resesi di tahun 2023.

Artinya, kurang lebih 70 negara akan mengalami resesi di tahun 2023. Sedangkan negara yang tidak mengalami resesi ratusan juta penduduknya akan merasakan seperti sedang resesi.

Baca Juga:Lantik 74 Pejabat, Bobby Nasution Minta Dana Kelurahan Dioptimalkan

“Walaupun negaranya tidak mengalami resesi, namun masyarakatnya seolah-olah akan mengalami resesi. Kondisi ini yang menjadi tantangan bagi kita Pemko Medan, meski demikian kita tetap optimis target-target yang telah disepakati di tahun 2023 dapat tercapai,” kata Bobby Nasution dalam sambutannya.

Oleh karena itu, Bobby Nasution tidak ingin mendengar ada alasan kondisi ekonomi global maupun kondisi ekonomi di Indonesia yang menjadi penghambat pembangunan.

“Prediksi resesi ini bukan baru hari ini kita dengar, selama ini kita telah menentukan target-target yang telah kita sepakati. Dan target ini harus bisa berjalan,” tegasnya.

Untuk mencapai target-target yang telah disepakati di tahun 2023 tersebut, Bobby Nasution memiliki sejumlah aspek khususnya dalam mencapai target Pendapat Asli Daerah (PAD). Menurutnya, target pencapaian PAD bukan hanya menjadi Pekerjaan Rumah (PR) dari Badan Pendapatan Daerah Kota Medan saja, melainkan menjadi PR oleh semua OPD.

Baca Juga:Vice President China Tianying Inc Tawarkan Bobby Nasution Kerjasama Penanganan Sampah di Medan

“Semua OPD memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan PAD Kota Medan, jadi jangan ada yang merasa apabila PAD tidak mencapai target itu karena kesalahan Kepala Badannya, namun semua OPD mempunyai andil dalam hal ini,” sebutnya.

Selain itu, orang nomor satu di Pemko Medan ini juga menyampaikan bahwa salah satu kunci utama dalam meningkatkan PAD Kota Medan adalah dengan mempermudah investasi di Kota Medan.

“Iklim investasi di Kota Medan di tahun 2023 harus bisa lebih baik lagi. Aturan dalam investasi ini jangan dibuat terlalu panjang, temani investor itu untuk masuk ke Kota Medan, kasih mereka informasi seluas-luasnya tentang Kota Medan dan informasi tentang investasi apa yang kita butuhkan hari ini. Kita memiliki penduduk yang besar di Sumatera, tentunya ini menjadi potensi bagi kita untuk mengundang para investor,” jelasnya.

Bobby juga meminta semua OPD menjaga iklim investasi di Kota Medan agar jangan ada gangguan apapun bagi para investor yang ingin berinvestasi di Kota Medan.

Baca Juga:Bobby Nasution Imbau Warga Tak Ragu Berzakat di Baznas Kota Medan

“Saat ini masih banyak gangguan bagi para investor yang ingin mengembangkan usahanya di Kota Medan. Tolong Camat untuk menjaga wilayahnya dari aksi premanisme. Selain itu kita juga harus memastikan birokrasi kita juga berjalan dengan baik. Dari data yang ada di tahun 2022, investasi yang masuk ke Kota Medan sebanyak 229 proyek untuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan 1908 proyek untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN),” ungkapnya.

Bobby Nasution juga berpandangan, bahwa ekonomi Indonesia beberapa kali bisa bertahan dari hantaman resesi dunia berkat dukungan dari para pelaku UMKM. Untuk skala Nasional jumlah UMKM sebanyak 64,19 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61.97%. Sedangkan untuk skala Kota Medan sebanyak 38 ribu lebih dengan kontribusi terhadap produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebanyak 28,59%.

“Saya tahu sudah banyak sekali program UMKM yang kita buat, namun saya ingin lihat pelaku UMKM kita saat ini memiliki hasil yang baik atau tidak. Kalau tidak, berarti program UMKM kita tidak berjalan optimal,” terangnya.

Lanjut Bobby, ekonomi Indonesia dianggap berhasil disebabkan karena dua hal, yakni hilirisasi dan digitalisasi. Dua point ini yang menjadikan ekonomi Indonesia sampai dengan hari ini masih terus dapat bertahan dari resesi. Demikian halnya dengan kota Medan, saat ini UMKM Kota Medan sudah diarahkan ke digitalisasi.

Baca Juga:Atasi Pengangguran, Bobby Nasution Dorong Disnaker Medan Gencarkan Pelatihan

“Dalam melakukan digitalisasi sudah banyak program yang kita lakukan, hanya saja kita belum memperkuat hilirisasinya. Saya ingin di tahun 2023 kita harus lebih mempekuat hilirisasi produk-produk yang kita miliki sehingga memiliki nilai tambah, mulai dari penambahan manfaat dari produk tersebut. Saya ingin di tahun 2023 ada penambahan produk UMKM yang di ekspore,” katanya.

Point penting lainnya, sambung Bobby, adalah masalah stunting. Meski telah dilakukan intervensi dan banyak program yang dilakukan, namun persoalan stunting masih ada di Kota Medan.

“Saya ingin agar penanganan yang dilakukan tidak monoton. Di tahun 2023 ini, perangkat daerah terkait diminta tidak lagi memberikan makanan ultra olahan seperti biskuit. Hal ini sesuai dengan arahan yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo karena tidak berdampak untuk mengatasi masalah stunting. Sebagai gantinya bisa memberikan bantuan ayam petelur bagi keluarga yang terkena stunting maupun keluarga yang rentan terkena stunting untuk dipelihara. Telurnya bisa dikonsumsi dan dijual guna menambah penghasilan, sebab salah satu penyebab stunting akibat dari faktor ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga:ICMI Pusat: Bobby Nasution Kepala Daerah Pertama yang Menolak LGBT

Di samping itu, Bobby juga ingin agar seluruh Camat terus melakukan intervensi penanganan stunting di wilayahnya masing-masing. Termasuk menggunakan dana kelurahan untuk mengatasi masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak tersebut.

“Seluruh camat dan lurah agar mengatasi kemiskinan ekstrim yang ada di wilayahnya. Sesuai target Nasional, kemiskinan ekstrim di tahun 2024 harus 0 %. Untuk itu, Camat dan Lurah diminta untuk menginventarisir kemiskinan ekstrim yang ada di wilayahnya dan dapat menggunakan dana kelurahan untuk membantu mengatasinya,” pesannya.

Bobby juga menegaskan kepada seluruh OPD dan Camat agar dapat menjalankan lima program prioritas dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga:Bobby Nasution Terima Anugerah Kebudayaan 2023 dari PWI Pusat

“Jangan ada lagi pengerjaan proyek yang terlambat dilakukan di tahun 2023, khususnya terhadap Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang selaku perangkat daerah yang memiliki anggaran paling besar di lingkungan Pemko Medan. Pengerjaan yang di atas 6 bulan saya minta sudah melakukan kontrak kerja di bulan Maret ini, sehingga dapat langsung dikerjakan. Harus dihitung untung ruginya jika pekerjaan tidak selesai sesuai waktu. Saya tidak mau lagi ada pengerjaan yang melewati tahun. Saya akan melihat apakah bulan Maret ini pengerjaan sudah dilakukan,” pungkasnya.

Dalam rapat kerja koordinasi ini, Wali Kota Medan Bobby Nasution juga memberikan penghargaan kepada 5 OPD dengan kinerja terbaik di tahun 2022 dan 2 Kecamatan terbaik. Kelima OPD tersebut di antaranya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM), Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga, Sekretariat DPRD dan Bappeda. Sedangkan dua Kecamatan terbaik ialah Kecamatan Medan Barat dan Kecamatan Medan Labuhan.(rahmad/hm10)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,699FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles