Saturday, October 3, 2026
home_banner_first
WISATA

Banjir Nepal Hantam Pariwisata, Pemandu dan Pelaku Usaha Kehilangan Penghasilan

Mistar.idSabtu, 3 Oktober 2026 pukul 05.30 WIB
banjir_nepal_hantam_pariwisata_pemandu_dan_pelaku_usaha_kehilangan_penghasilan_

Banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Nepal. Bencana tersebut meninggalkan kerusakan dan timbunan lumpur di kawasan permukiman warga. (foto: reuters/mistar)

news_banner


Sejumlah wisatawan juga mengaku mempertimbangkan peringatan perjalanan dari kedutaan masing-masing sebelum menentukan apakah akan tetap berangkat atau menjadwal ulang perjalanan.

Surendra Thapa, kuasa usaha di Kedutaan Nepal di New Delhi, mengatakan sebagian wisatawan dinilai khawatir karena informasi mengenai kondisi Nepal dan langkah keselamatan yang dikeluarkan sejumlah kedutaan.

"Beberapa orang juga takut dan salah memahami informasi dan langkah-langkah keselamatan yang dikeluarkan oleh kedutaan negara lain di Nepal dan memilih untuk membatalkan rencana perjalanan mereka. Tetapi kami ingin orang-orang tahu bahwa Nepal terbuka dan aman. Hanya beberapa bagian yang perlu dihindari," ujarnya.

Meski dampak ekonomi secara keseluruhan masih dalam proses penghitungan, penurunan jumlah wisatawan sudah terasa bagi pelaku usaha kecil.

Seeta kembali berjualan setelah akses jalan dibuka. Namun, jumlah pembeli masih jauh dari kondisi normal. "Kami hanya makan nasi pipih dan susu mentega untuk makan siang karena pendapatan telah berkurang drastis dan kami tidak mampu membeli cukup sayuran," katanya.

Sejumlah negara juga telah mengeluarkan peringatan perjalanan. Kedutaan Inggris pada 11 September mengingatkan bahwa banjir membuat sejumlah wilayah Nepal tidak stabil sehingga perjalanan yang aman sulit dijamin.

Kedutaan Besar Amerika Serikat juga mengeluarkan peringatan serupa dengan menyebut sejumlah wilayah tidak aman dan menetapkan zona yang perlu dihindari wisatawan.

Bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini mengandalkan kedatangan wisatawan, pemulihan sektor pariwisata menjadi sangat penting.

"Setiap hari, kami datang ke sini dengan harapan lebih banyak wisatawan mungkin datang untuk melihat Nepal kami yang indah dan membeli dari kami. Namun tetap tidak ada turis," kata Seeta.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN