Saturday, September 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Warga Korban Puting Beliung Hanya Terima Bantuan Makanan, Perbaikan Rumah Belum Ada

Mistar.idSabtu, 5 September 2026 pukul 17.31 WIB
warga_korban_puting_beliung_hanya_terima_bantuan_makanan_perbaikan_rumah_belum_ada

Salah satu rumah warga di Desa Emplasmen Kualanamu yang rusak karena puting beliung, Rabu (3/9/2026). (Foto: Sembiring/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID – Warga Desa Emplasmen Kualanamu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, yang rumahnya rusak diterjang angin puting beliung masih menunggu bantuan untuk perbaikan rumah. Sejauh ini, bantuan yang diterima korban baru berupa makanan dan kebutuhan dasar.

Angin puting beliung menerjang Desa Emplasmen Kualanamu pada Rabu (3/9/2026). Sebanyak 17 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, terdiri dari enam rumah rusak berat dan 11 lainnya mengalami kerusakan sedang hingga ringan.

Kepala Desa Emplasmen Kualanamu, Koko Kurniawan, mengatakan pihak desa telah menyalurkan bantuan makanan kepada warga terdampak. Namun, bantuan untuk memperbaiki rumah yang rusak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang belum diterima.

"Untuk bantuan sembako pihak desa sudah memberikannya. Tapi, kalau bantuan kerusakan rumah belum ada. Rumah warga yang rusak parah ada enam dan yang rusak sedang ringan 11 rumah," ujarnya, Sabtu (5/9/2026).

Koko mengatakan enam rumah mengalami kerusakan parah setelah bagian atap rumah mereka diterbangkan angin. Sebagian warga yang rumahnya rusak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

Hal yang sama dikatakan Camat Beringin, Dani Mulyawan. Menurut Dani, informasi yang diterimanya dari BPBD menyebutkan tidak adanya kompensasi bagi korban puting beliung di Desa Emplasmen Kualanamu karena berkaitan dengan kepemilikan surat tanah.

"Informasi dari BPBD memang tidak ada kompensasi untuk korban bencana puting beliung di Desa Emplasmen Kualanamu karena tidak memiliki surat tanah. Itu arahan dari pihak Inspektorat," ujar Dani.

Di kesempatan lain, pernyataan tersebut dibantah Kepala Inspektur Deli Serdang, Edwin Nasution. Ia mengatakan Inspektorat tidak memberikan anjuran yang melarang penggunaan anggaran pemerintah untuk kompensasi korban bencana karena tidak memiliki surat tanah.

"Bukan anjuran hanya review permintaan BPBD. Karena itu kewenangan dari BPBD, silakan dikonfirmasi ke BPBD," tutur Edwin.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Deli Serdang, Yusnadi, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan sembako kepada korban bencana angin kencang di Kecamatan Beringin.

"Kalau Dinas Sosial tidak melihat status kepemilikan tanah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Untuk Kecamatan Beringin kami sudah salurkan bantuan makanan kepada 33 kepala keluarga berupa beras, mi instan, telur, minyak goreng dan makanan anak," ucapnya.

Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD Deli Serdang, Mukti Ali Harahap, mengatakan personel BPBD telah membantu membersihkan rumah warga yang terdampak.

"Dinas Sosial dan pihak desa juga sudah memberikan bantuan dasar makanan dan terpal. Saat ini anggota masih ada di lapangan. Soal kompensasi untuk perbaikan rumah warga yang rusak akan kami cek lagi," tuturnya.

Selain Desa Emplasmen Kualanamu, angin puting beliung juga berdampak pada Desa Sidodadi Ramunia, Desa Pasar V Kebun Kelapa, dan Desa Tumpatan di Kecamatan Beringin.

Di Desa Pasar V Kebun Kelapa, sebanyak 65 rumah warga dilaporkan rusak akibat angin puting beliung dan hujan deras. Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Desa Pasar V Kebun Kelapa, Sumantri, mengatakan 53 rumah yang rusak berada di Dusun Amal Bakti, sementara lainnya tersebar di Dusun Bina Karya dan Dusun Rahayu. Dari total tersebut, sekitar 20 rumah mengalami kerusakan berat.

"Berdasarkan data, di Dusun Amal Bakti ada 53 rumah rusak. Selebihnya ada di Dusun Bina Karya dan Dusun Rahayu. Saat ini masih proses perhitungan jumlah rumah dan proses penanganan korban angin kencang untuk sementara adalah 65 rumah rusak dan di antaranya 20 rumah rusak berat," kata Sumantri.

Sementara di Desa Tumpatan dan Desa Sidodadi Ramunia, jumlah rumah warga yang rusak akibat bencana tersebut terdapat belasan rumah.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN