Usai Erupsi Sinabung: Kualanamu Kembali Normal, Penumpang Berebut Tiket

Sejumlah calon penumpang maskapai sedang menanti operasional penerbangan di terminal domestik Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026).(Foto: Antara/HO-PT Angkasa Pura Aviasi)
Medan, MISTAR.ID (2/9/2026) – Bandara Internasional Kualanamu kembali beroperasi normal pada Rabu (2/9/2026). Sehari setelah lumpuh akibat erupsi Gunung Sinabung, kini area check in kembali dipadati calon penumpang.
Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo pada Senin (31/8/2026) membuat operasional Kualanamu terganggu. Sebaran abu vulkanik memaksa maskapai melakukan penyesuaian jadwal.
Berdasarkan data PT Angkasa Pura Aviasi, dampaknya cukup besar. Total ada 55 penerbangan dibatalkan, 11 penerbangan tertunda, dan 6 penerbangan dijadwalkan ulang.
Untuk alasan keselamatan, AirNav Indonesia sempat menerbitkan NOTAM. Bandara ditutup sementara pada Selasa (1/9/2026) pukul 10.50 WIB hingga 14.45 WIB.
"Penutupan dilakukan sebagai antisipasi dampak abu vulkanik Sinabung. Setiap keputusan operasional tetap mengacu pada aspek keselamatan dan keamanan," ujar Plt Director of Operation and Services PT Angkasa Pura Aviasi, Dedy Sri Cahyono.
Memasuki Rabu (2/9/2026) pagi, situasi berbalik. Calon penumpang yang batal berangkat sehari sebelumnya berbondong-bondong datang ke bandara.
Pantauan di lantai II area check in pukul 11.00 WIB menunjukkan antrean panjang. Salah satu titik kepadatan terjadi di counter Super Air Jet.
Fajar, warga Medan Deli yang bekerja sebagai ASN di Palembang, menjadi salah satu penumpang yang terdampak. Penerbangannya ke Palembang pada Selasa pukul 11.35 WIB batal.
"Saya sudah dapat pemberitahuan lewat WhatsApp jam 7.30 WIB. Tiket pesawat bisa di-refund, tapi tiket kereta api Rp60 ribu hangus karena tidak jadi ke bandara," kata Fajar.
Fajar mengaku sempat ditawari penerbangan transit ke Batam pada pukul 18.00 WIB. Namun ia menolak dan memilih membeli tiket baru dengan jadwal yang sama seperti semula, Rabu pukul 11.35 WIB menggunakan Super Air Jet.
Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, mengatakan maskapai kini berupaya mengejar keterlambatan. Beberapa penerbangan yang semula menggunakan Boeing diganti dengan Airbus berkapasitas lebih besar.
"Untuk hari ini sudah normal. Kemarin pun sebenarnya sudah ada yang diberangkatkan setelah bandara dibuka kembali pukul 14.07 WIB," kata Hikmat.
PT Angkasa Pura Aviasi mengimbau penumpang untuk terus memantau informasi penerbangan melalui kanal resmi maskapai. Situasi sebaran abu vulkanik masih dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.(Berbagai sumber/hm02)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER







Salah Satu Tempat Terkering di Dunia Diselimuti Salju, Badai Atacama Menjangkau hingga Dekat Pasifik

















