Sergai Darurat BBM, Ekonomi Warga Pasca Banjir Semakin Terpuruk

Warga mengantri untuk mengisi BBM di SPBU. (foto:damanik/mistar)
Sergai, MISTAR.ID
Persediaan bahan bakar minyak (BBM) di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) tampaknya mengalami kendala berat bahkan nyaris darurat BBM, hingga membuat ekomomi masyarakat pasca banjir semakin terpuruk.
Terlihat di salah satu SPBU yang beroperasi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sei Rampah - Tebing Tinggi, persissnya di Desa Sukadamai Merah Putih, warga harus rela mengantre panjang hingga berjam jam hanya untuk mengisi BBM jenis pertalite, Senin (1/12/2025).
Kondisi seperti ini membuat ekomomi warga semakin terpuruk, di mana baru saja terdampak banjir, sehingga perekonomian masyarakat belum pulih.
"Kami baru saja selesai dilanda banjir, mau isi pertalite untuk kendaraan agar bisa kembali aktivitas bekerja, kalau seperti ini, bagaimana ekonomi mau pulih. Untuk itu, Kami berharap Pertamina atau pemerintah segera mengatasi kelangkaan minyak ini supaya aktivitas bisa berjalan normal,” ujar warga bernama Rizal.
Sementara itu, Hendrik, operator SPBU Merah Putih, mengatakan pasokan pertalite yang tiba hari ini hanya sebanyak 8 ton. Seperti biasanya, pasokan pertalite maupun solar selalu masuk setiap hari. Namun dalam dua hari terakhir, distribusi minyak menjadi tersendat tanpa alasan yang jelas
Selain dii SPBU Merah Putih, kelangkaan BBM juga terjadi di SPBU Pasar Serong.
“Minyak pertalite kosong bang mulai tadi malam. Terakhir minyak masuk Sabtu (29/11/2025) malam. Coba ke depan, kabarnya minyak ada di sana tapi antri,” katanya Rika operator SPBU.
Kelangkaan BBM yang terjadi di beberapa SPBU ini membuat masyarakat berharap agar pemerintah daerah dan Pertamina segera turun tangan untuk memastikan ketersediaan BBM, sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. (hm16)




















