Wednesday, June 24, 2026
home_banner_first
SUMUT

Satpol PP Sumut Perluas Peran, Sisir Jalur Laut Tanjung Balai-Asahan untuk Perangi Narkoba

Mistar.idRabu, 24 Juni 2026 pukul 15.11 WIB
satpol_pp_sumut_perluas_peran_sisir_jalur_laut_tanjung_balaiasahan_untuk_perangi_narkoba

Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Provinsi Sumatera Utara Moettaqien Hasrimi saat temu pers di Kantor Gubernur Sumut. (Foto: Iqbal/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (24/6/2026) – Peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tampaknya mengalami perluasan. Kini, Satpol PP Sumut juga menaruh fokus pada peredaran narkotika seiring arahan Gubernur Sumut, Bobby Nasution, untuk memeranginya.

Sebagaimana diketahui, Sumut saat ini masih menjadi provinsi dengan angka peredaran narkoba tertinggi secara nasional. Oleh karena itu, Satpol PP Sumut baru-baru ini melakukan patroli di perairan Tanjung Balai-Asahan untuk memetakan pintu masuk narkotika dari luar negeri.

"Sesuai dengan program Pak Gubernur, kami dari Satpol PP memiliki tugas menciptakan kehidupan yang aman dan tertib. Salah satunya yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu adalah patroli gabungan di perairan Asahan dan Tanjung Balai," ujar Kepala Satpol PP Sumut, Moettaqien Hasrimi, saat temu pers, Rabu (24/6/2026).

Moettaqien mengatakan pihaknya tetap berkolaborasi dengan TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta pemerintah kabupaten dan kota dalam pelaksanaan patroli di perairan Tanjung Balai-Asahan. Puluhan personel pun menyisir bibir pantai yang diduga menjadi jalur rawan masuknya narkotika.

"Kawasan tersebut merupakan pintu masuk, banyak pintu masuk peredaran narkotika. Jadi awal Juni kemarin kami melakukan operasi terpadu di dua wilayah, yakni Tanjung Balai dan Asahan," ucapnya.

"Laut Tanjung Balai itu luas, jadi sekitar 30 personel kemarin kita turunkan. Bersama Polairud, kami juga menggunakan kapal untuk menyisir sepanjang bibir pantai dan langsung ke perairan Asahan," ujarnya menambahkan.

Pria yang akrab disapa Taqin itu mengatakan patroli yang dilakukan pihaknya menemukan sejumlah fakta terkait peredaran narkoba. Ia menyebut banyak ditemukan titik-titik yang sangat dekat dengan daratan sehingga memudahkan narkotika masuk ke Sumut.

"Fakta yang kami temukan, banyak di sana aliran sungai-sungai kecil yang sangat dekat dengan daratan. Bahkan ada satu titik yang jarak tempuhnya ke Kuala Lumpur hanya sekitar dua jam. Aksesnya sangat mudah dilalui. Itu fokus kita, bagaimana mencegah pintu masuk narkoba tersebut," ucapnya.

Selain itu, kata Taqin, di perairan Tanjung Balai-Asahan juga ditemukan sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi transit para kurir narkotika sebelum barang diedarkan ke berbagai daerah di Sumut.

"Kemudian kami temui juga, proses pengantaran narkoba ini dari luar ke daerah kita, Tanjung Balai dan Asahan, itu melalui beberapa kurir yang memiliki titik pemeriksaan atau check point. Kami sudah melakukan simulasi kemarin. Jadi barang itu nantinya diberhentikan di check point, lalu ada kurir lain yang mengambil dan membawanya ke check point berikutnya," tuturnya.

Taqin mengatakan patroli tersebut akan terus dilakukan secara berkala di daerah lainnya, khususnya Langkat, Binjai, Deli Serdang, hingga Tanjung Balai dan Asahan.

"Ke depan kita akan terus lakukan di daerah lainnya. Maka tahun ini, Satpol PP bersama personel gabungan TNI dan Polri akan terus melakukan patroli gabungan di pintu-pintu masuk yang rawan," katanya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN