Sunday, June 7, 2026
home_banner_first
SUMUT

PLN Kebut Perbaikan Listrik Sumut, 7 Menara Darurat Sudah Tiba dan Mulai Dibangun

Mistar.idMinggu, 7 Juni 2026 16.24
journalist-avatar-top
AA
pln_kebut_perbaikan_listrik_sumut_7_menara_darurat_sudah_tiba_dan_mulai_dibangun

Petugas teknis PT PLN (Persero) dengan peralatan keselamatan lengkap tengah memanjat dan merakit rangka besi Tower Emergency (TE) di lokasi terdampak cuaca ekstrem Sumatera Utara. (Foto: PLN UID Sumut/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

PT PLN (Persero) terus memacu proyek darurat pembangunan infrastruktur transmisi yang rusak akibat cuaca ekstrem di Sumatera Utara.

Setelah menerima dukungan penuh dari TNI Angkatan Udara dalam memobilisasi material melalui jalur udara, fokus utama PLN kini beralih sepenuhnya pada percepatan konstruksi fisik di lokasi terdampak.

Hingga Minggu (7/6/2026), seluruh tujuh set Tower Emergency (TE) atau menara darurat yang diterbangkan dari berbagai pangkalan udara di Indonesia telah mendarat di Lanud Soewondo, Medan, dan langsung digeser ke lokasi perbaikan melalui jalur darat.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir, yang mengawal langsung kedatangan logistik berat tersebut menegaskan bahwa ketibaan material ini menjadi tonggak krusial bagi PLN untuk mempercepat penormalan pasokan listrik interkoneksi.

Mundhakir memaparkan bahwa manajemen PLN menerapkan strategi kerja paralel guna memangkas waktu pengerjaan di lapangan. Dari total tujuh menara darurat yang dikumpulkan dari Jakarta, Balikpapan, dan Banjarbaru, beberapa di antaranya sudah mulai didirikan oleh tim teknis.

"Hari ini seluruh tujuh tower emergency telah berada di Sumatera Utara. Perlu kami sampaikan bahwa tiga menara di antaranya sudah dalam tahap pembangunan konstruksi fisik di lapangan oleh ratusan personel kami. Sementara itu, sisa menara darurat yang baru tiba hari ini langsung kami mobilisasi ke lokasi pekerjaan tanpa menunda waktu," kata Mundhakir, Minggu (7/6/2026).

Untuk mengejar target penormalan jaringan, PLN memberlakukan sistem kerja nonstop. Ratusan personel teknis terbaik disiagakan penuh di lokasi pekerjaan untuk bekerja siang dan malam.

Tahapan pekerjaan mulai dari perakitan struktur menara, penarikan kabel transmisi, hingga rekayasa penguatan sistem operasi kelistrikan dilakukan secara bersamaan.

PLN mengakui bahwa kecepatan penanganan krisis kelistrikan kali ini sangat terbantu oleh respons taktis moda transportasi udara milik TNI AU.

Pengerahan pesawat angkut berat C-130 Hercules dan pesawat kargo A400M berhasil memangkas waktu mobilisasi logistik lintas pulau yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu jika menggunakan jalur laut.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran TNI AU. Kolaborasi dan sinergi ini sangat membantu PLN dalam mempercepat mobilisasi peralatan strategis sehingga proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara bisa dipacu jauh lebih cepat dari estimasi awal," ucap Mundhakir.

Meskipun seluruh material menara darurat sudah lengkap dan berada di lokasi pengerjaan, PLN UID Sumut tidak menampik bahwa kebijakan pengaturan manajemen beban atau pemadaman bergilir masih terpaksa dilakukan secara terukur di sejumlah wilayah pelanggan.

Langkah ini diambil demi menjaga keseimbangan sisa jaringan distribusi yang ada agar tidak mengalami gangguan susulan.

Mundhakir juga menyampaikan rasa empati dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan di Sumatera Utara, khususnya sektor rumah tangga dan pelaku usaha yang aktivitasnya terganggu akibat pemadaman tersebut.

"Kami sangat memahami bahwa listrik merupakan kebutuhan utama dan urat nadi aktivitas masyarakat. Untuk itu, seluruh personel kami terus berjuang di lapangan tanpa henti agar sistem kelistrikan dapat segera pulih total. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang masih dirasakan sebagian pelanggan," ujarnya.

Komandan Lanud Soewondo, Marsma TNI Tiopan Hutapea, menegaskan bahwa seluruh jajaran TNI AU bersiaga penuh untuk menjamin kelancaran moda transportasi udara serta memfasilitasi koordinasi taktis lintas instansi demi kepentingan masyarakat luas.

"Dukungan angkutan udara ini merupakan wujud komitmen nyata dari TNI AU untuk hadir membantu penanganan kebutuhan strategis nasional. Infrastruktur kelistrikan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang vital. Kami berharap sinergi erat ini dapat mempercepat normalisasi pasokan listrik di Sumatera Utara," tutur Tiopan.

Guna menjaga transparansi informasi, PLN berjanji akan terus memperbarui perkembangan progres perbaikan fisik transmisi tersebut secara berkala.

Masyarakat juga diimbau untuk memantau informasi kelistrikan, mengecek jadwal manajemen beban, atau menyampaikan laporan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center PLN 123. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN