Nasabah Keluhkan Lambannya Pelayanan Pegadaian Porsea Kabupaten Toba

Pegadaian Unit Porsea, Kabupaten Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Warga Kabupaten Toba yang menjadi nasabah Pegadaian Unit Porsea mengeluhkan lambannya pelayanan petugas dalam proses gadai maupun penebusan. Pelayanan tersebut dinilai tidak menghargai waktu nasabah, seolah mengabaikan prinsip bahwa waktu adalah uang.
Sejumlah nasabah terlihat bersungut-sungut akibat antrean yang berlangsung terlalu lama. Padahal, sebagian dari mereka masih memiliki pekerjaan lain, seperti berdagang dan mengolah lahan pertanian, sehingga keterlambatan pelayanan berdampak pada terganggunya aktivitas sehari-hari.
Salah seorang warga Kecamatan Parmaksian, H. Sitorus, yang hendak menebus barang gadaiannya, mempertanyakan penurunan kualitas pelayanan Pegadaian Porsea yang menurutnya semakin melemah dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Sebelumnya pelayanan tidak seperti ini. Proses penebusan maupun gadai tidak membutuhkan waktu lama apabila seluruh persyaratan sudah terpenuhi. Sebenarnya, ada masalah apa di Pegadaian sekarang ini?” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Saat wartawan Mistar hendak mengonfirmasi keluhan nasabah serta menanyakan adanya kenaikan nilai gadai di tengah naiknya harga emas, Kepala Unit Pegadaian Porsea, Romauli Sihombing, justru mengarahkan wartawan untuk meminta keterangan kepada petugas keamanan (satpam).
“Silakan pertanyaan disampaikan kepada satpam. Apa yang disampaikannya sama dengan yang saya katakan,” ucap Romauli.
Ketika Mistar mencoba meminta keterangan kepada satpam, petugas tersebut tampak gugup. Ia meminta agar namanya tidak dicantumkan dalam pemberitaan dan menyatakan hanya akan menjawab sebatas pengetahuan yang dimilikinya.
“Sejujurnya, jika ditanya soal persentase kenaikan, saya tidak mengetahuinya. Namun, yang saya lihat setiap hari sejak harga emas naik, hanya satu hingga dua orang yang melakukan gadai. Untuk jumlah pastinya, jika dihitung, saya tidak paham,” tuturnya.




















