Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

Jalur Darat Terputus, Pertamina Salurkan LPG ke Banda Aceh Lewat Laut

Mistar.idSenin, 15 Desember 2025 pukul 15.30 WIB
jalur_darat_terputus_pertamina_salurkan_lpg_ke_banda_aceh_lewat_laut

Penyaluran LPG ke Aceh setelah banjir bandang. (Foto: PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menerapkan skema distribusi alternatif menggunakan moda transportasi laut untuk memastikan pasokan LPG ke Banda Aceh dan sekitarnya tetap terpenuhi. Langkah ini diambil menyusul terputusnya jalur darat utama di wilayah Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, akibat bencana alam.

Meskipun stok LPG di tingkat nasional dan regional dalam kondisi aman serta kuota mencukupi, gangguan pada jalur distribusi utama dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh menyebabkan penyaluran LPG sempat mengalami keterlambatan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa jalur darat masih terkendala karena beberapa ruas jalan belum tersambung akibat bencana.

“Saat ini jalur distribusi darat dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh masih menghadapi kendala karena terdapat beberapa ruas jalan yang belum tersambung akibat dampak bencana, sehingga akses distribusi belum dapat dilalui secara normal,” kata Fahrougi, Senin (15/12/2025).

Sebagai langkah mitigasi, Pertamina Patra Niaga memanfaatkan kapal Ro-Ro yang beroperasi bolak-balik pada rute Lhokseumawe–Banda Aceh.

“Penggunaan moda laut dengan kapal Ro-Ro merupakan opsi terbaik yang saat ini dapat dilakukan. Namun, penyaluran LPG masih dilakukan secara bertahap dan membutuhkan pengaturan tambahan agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ucap Fahrougi.

Selain memanfaatkan jalur laut, Pertamina juga menghadapi tantangan logistik lain, termasuk sejumlah skid tank (truk tangki) yang masih tertahan di titik-titik terdampak bencana. Untuk menjaga pasokan, Pertamina mengupayakan pengalihan skid tank dari wilayah lain, melakukan penyesuaian pola distribusi secara bertahap, serta mempertimbangkan penambahan kapal untuk memperkuat pengangkutan.

Faktor cuaca, pasang surut air laut, serta kendala akses logistik pada beberapa Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) juga menjadi tantangan yang memengaruhi jadwal sandar dan bongkar muat.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat perubahan harga LPG maupun kebijakan pembatasan pembelian bagi konsumen rumah tangga. Penyesuaian yang dilakukan murni bersifat teknis pada sisi suplai guna menjaga pemerataan distribusi. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN