Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Harkitnas 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Pendidikan dan Keamanan di Sumut

Mistar.idRabu, 20 Mei 2026 pukul 20.35 WIB
harkitnas_2026_jadi_momentum_kebangkitan_pendidikan_dan_keamanan_di_sumut

Ilustrasi Hari Kebangkitan Nasional. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada Rabu, 20 Mei 2026, menjadi momentum bagi berbagai elemen di Sumatera Utara untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan dalam tindakan nyata.

Mulai dari birokrasi, mahasiswa, hingga masyarakat umum memiliki harapan dan menjadikan Harkitnas sebagai titik balik perbaikan kualitas hidup di berbagai sektor, terutama pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, yang hadir dalam upacara peringatan di Lapangan Astaka Pancing, menegaskan bahwa Harkitnas tidak boleh sekadar menjadi seremonial belaka.

“Harapan kami, khususnya di dunia pendidikan, ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi nilai-nilai kebangkitan nasional itu bisa menyerap ke sendi-sendi pendidikan, khususnya di Sumatera Utara,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Sementara itu, dari sudut pandang mahasiswa, Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Muzammil Ihsan, menyoroti pentingnya kebangkitan sebagai panggilan sejarah untuk membangun Indonesia yang lebih adil dan berpihak kepada rakyat.

“Kebangkitan hari ini harus diwujudkan melalui keberanian menghadirkan pendidikan yang merata, ekonomi yang berkeadilan, serta kebijakan publik yang benar-benar mendengar suara masyarakat,” kata Muzammil kepada Mistar.

Ia menambahkan, mahasiswa akan terus hadir sebagai penjaga nurani rakyat dalam mengawal cita-cita kemerdekaan agar tetap berjalan di jalur yang benar.

Selain itu, Hari Kebangkitan Nasional juga disebut menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu lahir dari persatuan, kepedulian, dan keberanian anak bangsa.

“Kami berharap Indonesia mampu bangkit bukan hanya dalam angka pertumbuhan, tetapi juga dalam kualitas kemanusiaan, keadilan sosial, dan kesejahteraan rakyatnya. Karena sejatinya, kebangkitan bangsa adalah ketika rakyat merasa dilindungi, didengar, dan diberikan harapan akan masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Di sisi lain, masyarakat umum menaruh harapan besar pada aspek keamanan dan kesejahteraan. Rina Junita, 41 tahun, seorang ibu pekerja di Medan, mengungkapkan keresahannya terhadap maraknya peredaran narkoba dan tindak kriminalitas, seperti begal dan perampokan, yang ia nilai sudah dalam taraf mengkhawatirkan.

“Harapan saya khusus di Hari Kebangkitan Nasional ini, narkoba diberantas. Jangankan di kota, di pelosok pun sudah ada. Begitu juga dengan kejahatan seperti begal dan perampokan, karena saya pun pernah menjadi korban,” ucap Rina.

Terkait sektor pendidikan, menurut Rina, sistem yang ada saat ini sudah cukup baik. Namun, ia berharap sekolah dapat lebih proaktif mendukung pengembangan minat siswa di luar pelajaran formal, seperti kegiatan ekstrakurikuler.

“Kita berharap pemuda Indonesia, khususnya di Medan, bangkit kembali dan hidup secara normal, jauh dari narkoba dan kejahatan. Kami ingin masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kami,” katanya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN