Monday, July 20, 2026
home_banner_first
ADVERTORIAL

Harkitnas 2026 di Sumut, Wagub Surya Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi untuk Kesejahteraan Warga

Mistar.idRabu, 20 Mei 2026 pukul 19.13 WIB
harkitnas_2026_di_sumut_wagub_surya_ajak_semua_pihak_perkuat_kolaborasi_untuk_kesejahteraan_warga

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menjadi Inspektur pada Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026, di Lapangan Astaka Dispora Provsu, Rabu (20/02/2026). (foto:diskominfoprovsu/mistar)

news_banner

Medan MISTAR.ID

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di Lapangan Astaka, Jalan Willem Iskandar, Medan, Rabu (20/5/2026). Momentum tersebut dimaknai sebagai penguatan kolaborasi seluruh elemen bangsa demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam upacara tersebut Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap, jajaran pimpinan perangkat daerah, unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, aparatur pemerintah, TNI/Polri, partai politik, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Dalam amanatnya, Surya membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI Meutya Hafid pada peringatan Harkitnas ke-118. Peringatan ini sekaligus menjadi refleksi atas lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 yang disebut sebagai “Fajar Menyingsing” bagi kesadaran berbangsa.

“Di mana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan. Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa,” ujar Surya, membacakan pidato Menkomdigi.

Usai upacara, Surya mengatakan semangat Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai semangat persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Oleh karena itu, beda perjuangan tahun 1908 dengan sekarang. Kebangkitan dulu harus memotivasi para generasi muda untuk persiapan dalam rangka merebut kemerdekaan. Kalau sekarang, kebangkitan itu sesuai dengan porsi dan tugas kita masing-masing,” katanya.

Keterangan gambar: Foto bersama usai upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026, di Lapangan Astaka Dispora Provsu, Rabu (20/02/2026). (foto:diskominfoprovsu/mistar)

Sebagai bagian dari perjalanan bangsa, Surya menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memaknai kebangkitan sebagai upaya menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik. Hal-hal yang sudah baik, menurutnya, perlu terus ditingkatkan, sementara yang masih kurang harus diperbaiki.

“Untuk Sumatera Utara, kami mengimbau seluruh kabupaten/kota agar melaksanakan hal yang sama. Kolaborasi Sumut Berkah itu ikatan kita, karena tujuannya adalah untuk menyejahterakan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Surya juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bangkit dan memperbaiki kualitas diri, perekonomian, serta sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut sejalan dengan pidato Menkomdigi yang menyebut Kebangkitan Nasional sebagai proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yakni menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Usai pelaksanaan upacara, Surya menyempatkan diri berfoto bersama kepala perangkat daerah, pengurus TP PKK, Dharma Wanita, serta para tamu undangan. (adv)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN