Erosi Sungai Bah Hapal Ancam Permukiman, Batu Bara Koordinasi dengan Simalungun untuk Normalisasi

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian tinjau rumah yang tergerus erosi di Desa Perkebunan Tanjung Kasau dan jembatan bayley yang nyaris putus. (foto: Diskominfo Batu Bara/Mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID
Erosi yang disebabkan arus deras Sungai Bah Hapal di Dusun V, Desa Tanjung Kasau, Kecamatan Laut Tador, kini menjadi ancaman serius bagi pemukiman warga. Sedikitnya empat rumah terancam tergerus, bahkan satu rumah nyaris runtuh akibat pondasinya terkikis.
Rumah yang terdampak antara lain milik Emmina Siregar (yang sudah tergerus erosi), Bona Tampun Tampubolon, Siti Nuriati Purba, dan Rumintang Situmorang.
Menanggapi kondisi ini, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, bersama dinas terkait, Camat, dan Kepala Desa Suheri, melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Jumat (28/11/2025) sore.
Dari peninjauan tersebut, diketahui penyebab utama erosi adalah pergeseran alur sungai dari jalur semula, yang kini mengancam permukiman di sekitarnya. Bahar menekankan pentingnya penanganan segera karena lokasi sungai berada di wilayah perbatasan Kabupaten Batu Bara dan Kabupaten Simalungun.
Baca Juga: Erosi Sungai Bah Hapal Ancam 4 Rumah Warga di Batu Bara, Jarak ke Bibir Sungai Tinggal 1 Meter
“Lokasi ini berbatasan langsung dengan Simalungun, sehingga koordinasi lintas daerah sangat diperlukan agar penanganan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Solusi utama yang akan dilakukan adalah normalisasi sungai, yaitu penggalian untuk mengembalikan arus ke jalur semula. Langkah ini dianggap paling mendesak untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memastikan arus sungai tidak kembali membelok ke arah pemukiman warga.
Selain itu, rombongan Bupati juga meninjau jembatan gantung (bayley) di Desa Kandangan, yang dilaporkan hampir putus. Jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat setempat, termasuk anak-anak sekolah.
“Perbaikan jembatan harus segera dilakukan karena merupakan jalur penghubung utama bagi aktivitas warga sehari-hari. Kerusakan yang semakin parah berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat,” kata Bahar. (hm24)






















