Enam Negara Hadiri Latma Kemanusiaan Internasional Pacific Partnership 2026 di Tapteng

Kapuskes TNI, Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda, dan Vice Chief Reserve Policy and Integration for Bureau of Medicine and Surgery US Navy, RADM David Buzzeti, bersama Forkopimda usai upacara pembukaan Latma Kemanusiaan Internasional Pacific Partnership 2026. (Foto: Feliks/Mistar)
Tapteng, MISTAR.ID - Enam negara hadiri Latihan Bersama (Latma) Kemanusiaan Internasional Pacific Partnership 2026 di Lapangan GOR Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (21/7/2026).
Acara bertaraf internasional ini dibuka melalui upacara yang ditandai dengan penyematan tanda latihan kepada perwakilan peserta oleh pimpinan upacara, Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda, bersama Vice Chief Reserve Policy and Integration for Bureau of Medicine and Surgery US Navy, RADM David Buzzeti.
Turut hadir dalam acara itu Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Wakil Bupati Mahmud Efendi, Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik, serta Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing.
Rangkaian kegiatan yang mengusung tema Partnership, Collaboration and Interoperability for Crisis Response itu melibatkan hampir 5.000 peserta dari enam negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura.
Pacific Partnership 2026 bertujuan meningkatkan interoperabilitas antara unsur kesehatan militer dan sipil dalam pelayanan medis, memperkuat pertukaran pengetahuan di bidang kesehatan, serta meningkatkan kerja sama internasional dalam penanggulangan bencana.
Kapuskes TNI, Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda, menyampaikan Pacific Partnership merupakan misi kemanusiaan dan kerja sama multilateral terbesar di kawasan Indo-Pasifik.
"Misi ini menjadi simbol persahabatan antarnegara serta komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan masyarakat melalui bidang kesehatan, penanggulangan bencana, pendidikan, dan bantuan kemanusiaan," ujarnya.
Ia mengatakan Indonesia telah menjadi tuan rumah Pacific Partnership sejak 2010 di sejumlah daerah. Kegiatan yang semula dijadwalkan berlangsung di Tapteng dan Sibolga pada 2020 sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 dan akhirnya dapat terlaksana pada Juli 2026.
"Hal ini menjadi wujud nyata penguatan diplomasi pertahanan dan diplomasi kesehatan demi mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang damai, aman, tangguh, dan sejahtera," katanya.
Hadi menjelaskan Latma Pacific Partnership 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain pembangunan dan renovasi fasilitas umum, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan workshop, serta pertukaran pengetahuan medis.
Selain itu, juga dilakukan pelatihan kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi bencana, latihan penanggulangan bencana lintas instansi, penyuluhan kesehatan hewan, program peningkatan kapasitas masyarakat, serta evaluasi standar operasional penanggulangan bencana.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mempererat jejaring kerja sama guna meningkatkan pelayanan kesehatan serta respons terhadap situasi krisis dan bencana.

























