Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

DPRD Asahan Sahkan APBD 2026 Sebesar Rp1,56 Triliun, Pelayanan Dasar Jadi Prioritas

Mistar.idRabu, 26 November 2025 pukul 09.07 WIB
dprd_asahan_sahkan_apbd_2026_sebesar_rp156_triliun_pelayanan_dasar_jadi_prioritas

DPRD dan Pemkab Asahan sepakati APBD 2026. (foto: perdana/mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Setelah melalui pembahasan panjang dan intensif, DPRD Kabupaten Asahan resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 dengan total belanja sebesar Rp1.567.159.986.889. Pengesahan dilakukan melalui rapat paripurna di Gedung DPRD Asahan, Selasa (25/11/2025).

APBD 2026 ditetapkan di tengah tekanan fiskal yang cukup berat. Pemerintah pusat melakukan efisiensi Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada berkurangnya anggaran Asahan sekitar Rp247 miliar. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah dan DPRD harus menyesuaikan rencana kerja, termasuk penjadwalan ulang sejumlah program prioritas, terutama sektor infrastruktur.

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, dalam pendapat akhirnya menyampaikan penurunan TKD merupakan konsekuensi dinamika fiskal nasional dan global. Ia menegaskan pemerintah daerah perlu merespons dengan langkah-langkah strategis, seperti efisiensi belanja, pengendalian program, serta penajaman arah kebijakan.

“Penurunan TKD adalah tantangan yang harus dihadapi bersama. Beberapa program pembangunan, khususnya infrastruktur, terpaksa dijadwalkan ulang. Namun pelayanan dasar dan layanan publik tetap menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak terdampak,” ujarnya.

Ketua DPRD Asahan, Efi Irwansyah Pane, menambahkan seluruh fraksi memahami kondisi fiskal yang terjadi dan sepakat menjaga keberlanjutan pembangunan dengan prinsip kehati-hatian. Menurutnya, fokus anggaran tetap diarahkan pada sektor-sektor esensial seperti pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya.

“Meski terjadi pengurangan anggaran, kita memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas. Pemkab dan DPRD berkomitmen menjaga agar pelayanan dasar tetap berjalan optimal,” katanya.

Usai disahkan, APBD 2026 akan dikirimkan kepada Gubernur Sumatera Utara untuk dievaluasi sebelum ditetapkan sebagai Peraturan Daerah. Pemerintah Kabupaten Asahan berharap sinergi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan tetap terjaga sehingga pembangunan dapat berjalan meski menghadapi keterbatasan fiskal.

Bupati Taufik juga mengajak masyarakat ikut mendukung pelaksanaan pembangunan daerah. “Dengan kerja sama dan komitmen bersama, tantangan ini dapat kita hadapi dan kita ubah menjadi peluang,” ucapnya. (hm24)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN