Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Harga Kebutuhan Pokok di Pangururan Stabil, Cabai Rawit Hijau Naik Rp3.000 per Kg

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 17.06 WIB
harga_kebutuhan_pokok_di_pangururan_stabil_cabai_rawit_hijau_naik_rp3000_per_kg

Aktivitas jual beli di Pasar Pangururan, Rabu (5/8/2026). (foto: pangihutan/mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Pangururan, Kabupaten Samosir, Rabu (5/8/2026), terpantau relatif stabil dibandingkan pekan sebelumnya. Dari 38 komoditas yang dipantau, hanya cabai rawit hijau yang mengalami kenaikan harga, sementara tomat justru mengalami penurunan.

Berdasarkan perbandingan harga antara 29 Juli 2026 dan 5 Agustus 2026, cabai rawit hijau naik dari Rp55.000 menjadi Rp58.000 per kilogram atau meningkat Rp3.000 per kilogram. Sementara harga tomat turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabai rawit hijau terjadi akibat menurunnya produksi yang dipengaruhi faktor cuaca. Meski demikian, harga komoditas tersebut masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Sementara itu, sejumlah kebutuhan pokok lainnya tidak mengalami perubahan. Di antaranya, beras premium Rp16.000 per kilogram, beras medium Rp15.000 per kilogram, gula pasir Rp19.000 per kilogram, Minyakita Rp16.000 per liter, daging sapi murni Rp160.000 per kilogram, daging ayam broiler Rp44.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, bawang merah lokal Rp28.000 per kilogram, serta cabai merah keriting tetap Rp38.000 per kilogram.

Harga telur ayam ras juga masih berada di angka Rp27.733 per kilogram. Sementara ikan tongkol dijual Rp50.000 per kilogram dan ikan kembung Rp55.000 per kilogram. Tidak terdapat perubahan signifikan pada komoditas lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Samosir, Dermawan Sinaga, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan harga secara berkala guna memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap aman dan harga di tingkat konsumen terkendali.

"Pemantauan rutin dilakukan setiap minggu sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gejolak harga. Dari hasil monitoring kali ini, secara umum kebutuhan pokok di Pasar Percontohan Pangururan masih relatif stabil dan pasokan juga mencukupi," ujar Dermawan.

Ia menjelaskan kenaikan harga cabai rawit hijau dipengaruhi berkurangnya hasil panen akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Meski demikian, menurutnya kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan belum melampaui harga acuan pemerintah.

Dermawan menambahkan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan distributor, pedagang, serta instansi terkait untuk menjaga kelancaran distribusi kebutuhan pokok. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga pada komoditas tertentu. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN