Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

Antisipasi Pengangguran 2027, Pemkab Toba Jajaki Pengiriman Tenaga Kerja ke Jepang

Mistar.idSabtu, 21 Februari 2026 pukul 15.07 WIB
antisipasi_pengangguran_2027_pemkab_toba_jajaki_pengiriman_tenaga_kerja_ke_jepang

Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Potensi tingkat pengangguran di Kabupaten Toba sangat memungkinkan meningkat pada 2027. Karena itu, perlu menjalin kerja sama dengan Ketua Asosiasi Masyarakat Indonesia di Jepang sebagai penghubung calon pekerja dari Toba yang akan bekerja di Jepang.

Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus, mengatakan saat mengikuti workshop di Negeri Sakura (Jepang), dirinya menyempatkan diri bertemu dengan Ketua Asosiasi Masyarakat Indonesia, Lubis, agar merekrut pekerja asal kabupaten ini untuk bekerja di Jepang.

"Beliau sudah tinggal di Jepang selama 25 tahun dan lebih dari 25.000 orang Indonesia dipekerjakannya di negara tersebut. Disarankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba melakukan koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja, kemudian beliau juga akan berkoordinasi dengan kementerian," ujar Wakil Bupati Toba, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Audi, Ketua Asosiasi Masyarakat Indonesia di Jepang juga akan membantu percepatan agar Toba dapat dijadikan tempat penyelenggara seleksi calon tenaga kerja ke Jepang. Setelah diseleksi, peserta akan mendapatkan pendidikan dari Kementerian Tenaga Kerja.

"Setelah selesai pendidikan, akan dikirim bekerja ke Jepang. Selanjutnya, ketua asosiasi yang akan mengurus pencarian tempat kerja yang sesuai dengan keahlian yang dimiliki warga Toba yang diberangkatkan," tutur Audi.

Ia melanjutkan, pada 2026 sudah dilakukan penjajakan dengan kementerian. Pekan depan, Pemkab Toba akan langsung ke kementerian setelah pembicaraan melalui telepon. Peluang telah dibuka setelah memenuhi persyaratan yang mereka minta untuk ditindaklanjuti.

"Semoga pada akhir tahun ini Pemkab Toba sudah melaksanakan, dan pada 2027 akan ada pengiriman tenaga kerja dengan target ratusan orang, tergantung anggaran yang disediakan oleh kementerian," ucapnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN