Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Proyek Pembibitan Sawit PTPN IV Gunung Pamela Disorot, Rekanan Gunakan Tanah Areal Kebun

Mistar.idSabtu, 21 Februari 2026 15.14
journalist-avatar-top
SD
proyek_pembibitan_sawit_ptpn_iv_gunung_pamela_disorot_rekanan_gunakan_tanah_areal_kebun

Alat berat saat mengisi material tanah ke truk yang digali dari afdeling lll kebun Gunung Pamela. (foto : Damanik/Mistar)

news_banner

Sergai, MISTAR.ID

Pengerjaan pembibitan kelapa sawit di PTPN IV Regional I, Kebun Gunung Pamela, Desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang dikerjakan oleh pihak rekanan dari PT Ratu Malika Alkafi menjadi sorotan.

Sebab, PT Ratu Malika Alkafi yang menjadi rekanan proyek pembibitan tersebut bebas menggali tanah di areal Afdeling III Kebun Gunung Pamela menggunakan alat berat ekskavator atau beko, kemudian diangkut ke truk dan dibawa ke areal pembibitan sawit untuk dimasukkan ke plastik polibag, Sabtu (21/2/2026).

Padahal, pengerjaan pembibitan sawit tersebut sepenuhnya dikerjakan oleh rekanan dan segala sesuatunya tidak melibatkan pihak perkebunan. Dengan kata lain, perkebunan sebagai pemberi anggaran hanya menerima hasil pekerjaan itu hingga selesai.

Maman, operator ekskavator, mengatakan dirinya bekerja atas perintah Romi selaku mandor di pembibitan.

"Aku bukan karyawan. Aku sebagai operator panggilan saja, untuk sementara ini diperbantukan. Romi mandor yang menyuruh aku kerja, baru mulai hari ini, Bang. Ini tanah dipakai untuk plastik polibag kecil. Jadi kalau banyaknya enggak tahu aku, Bang. Tanah ini diangkut pakai tiga truk, Bang," tuturnya.

Sementara itu, Pasaribi selaku Asisten Kepala (Askep) Kebun Gunung Pamela saat dikonfirmasi membenarkan pengerjaan pembibitan sawit tersebut dikerjakan oleh rekanan dari PT Ratu Malika Alkafi. Menurutnya, pihak perkebunan hanya sebatas pengawasan pengerjaan.

"Pengawasan lah dari kita," ucapnya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, dirinya juga membenarkan jika segala sesuatunya yang diperlukan dalam pengerjaan pembibitan sawit tersebut tidak menggunakan milik Kebun Gunung Pamela.

"Ya benar, segala sesuatunya tidak menggunakan milik Kebun Gunung Pamela," ujarnya.

Namun, ucapan Askep tersebut berubah ketika diinformasikan bahwa rekanan yang mengerjakan proyek pembibitan sawit itu menggunakan tanah dari Kebun Gunung Pamela untuk mengisi polibag, padahal sesuai ucapannya tidak menggunakan milik Kebun Gunung Pamela.

"Tanahnya memang dari areal kita lah," katanya.

Adanya pengerukan tanah di areal milik PTPN IV Regional I Kebun Gunung Pamela yang notabene milik negara ini menandakan lemahnya pengawasan di lokasi tersebut. Sebab, diduga pengerukan areal ini bertujuan untuk keuntungan komersial. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN