Friday, July 31, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Tembok Pondok Pesantren Ambruk Timpa Rumah di Pematangsiantar, Delapan Warga Terdampak

Mistar.idJumat, 31 Juli 2026 pukul 15.47 WIB
tembok_pondok_pesantren_ambruk_timpa_rumah_di_pematangsiantar_delapan_warga_terdampak

Satu unit rumah rusak parah tertimpa tembok yang roboh di Kota Pematangsiantar. (foto:hamzah/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (31/7/2026) – Tembok pembatas yang disebut warga milik sebuah pondok pesantren ambruk dan seketika material bangunan berupa batu menimpa satu unit rumah yang berada tepat di sebelahnya. Akibatnya, rumah tersebut rusak berat dan tidak lagi layak huni.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ambruknya tembok tersebut terjadi bersamaan dengan hujan deras pada Kamis malam (30/7/2026). Delapan warga yang terdampak untuk sementara tinggal di rumah kerabat sambil menunggu proses perbaikan rampung.

Di lokasi kejadian, Jumat (31/7/2026), tampak puing-puing tembok serta material bangunan rumah berserakan. Atap dan dinding rumah ambruk, sementara perabotan rumah tangga, pakaian, serta barang-barang milik penghuni masih tampak berantakan.

Seorang warga yang ditemui tak jauh dari lokasi bersama Handro mengaku sejak hujan deras mengguyur wilayah tersebut mereka sudah khawatir akan terjadi banjir maupun longsor.

"Memang kami sudah khawatir, karena hujannya deras kali, air sudah menggenang di jalan. Rupanya tembok itu jebol, kenaklah rumah yang di bawahnya," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Sementara itu, akibat kejadian tersebut, penghuni rumah bernama Sami (81) mengalami luka dan saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar. Adapun penghuni rumah lainnya yakni Hendra S. Saragih (59), Tri Marsini (46), Andri Pratama (27), Neni (25), Misda Putri (20), M. Rizki (16), M. Arianda (11), dan Syafira (7).

Selain merusak rumah kontrakan dua pintu yang dihuni dua kepala keluarga, reruntuhan juga mengenai satu kamar tidur santri di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam. Tidak ada korban dari kalangan santri karena saat kejadian kamar tersebut dalam keadaan kosong.

Kepala BPBD Kota Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap, mengatakan berdasarkan laporan masyarakat dan petugas di lapangan terdapat beberapa titik bencana. Longsor terjadi di Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, serta di kompleks Kantor Camat Siantar Marihat.

Selain itu, longsor juga terjadi di Kelurahan Bah Kapul, tepatnya di kawasan Perumahan BTN.

"Dari seluruh lokasi terdampak, Kelurahan Pondok Sayur menjadi wilayah dengan dampak paling serius. Saat ini kami sudah melakukan evakuasi terhadap korban. Ada yang dirujuk ke RSUD dan ada yang dipindahkan ke tempat yang lebih aman," ujar Dedi Harahap, Jumat (31/7/2026).

Dari seluruh lokasi terdampak, Kelurahan Pondok Sayur menjadi wilayah dengan dampak paling serius. Pemerintah bersama unsur penanggulangan bencana kini memfokuskan penanganan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

"Selanjutnya kami akan memberikan bantuan berupa bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari kepada korban. Kemudian akan dilakukan perbaikan infrastruktur sesuai kebutuhan," ujarnya lagi.

Sementara itu, satu unit rumah yang rusak parah di Kelurahan Pondok Sayur diakibatkan tertimpa tembok penahan yang berada tidak jauh dari lokasi.

"Rumahnya tertimpa tembok yang runtuh," ujarnya.

Camat Siantar Martoba, Rilan Syakban Pohan, menyampaikan delapan korban terdampak tersebut merupakan satu keluarga besar. Mereka tinggal di satu rumah yang dihuni dua kepala keluarga.

"Sebenarnya yang delapan ini enggak semua luka parah. Ada dua orang yang mengalami luka, tapi tidak serius. Saat ini kami sudah menyampaikan laporan tertulis kepada Pak Sekda terkait penanganan dan tindak lanjut kejadian ini," ujar Rilan Pohan. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN