Rusak Parah, Jalan Pematang Raya-Tigarunggu Butuh Perhatian Pemprov Sumut

Pengendara roda empat saat melintas di ruas jalan rute Raya-Tigarunggu yang rusak parah. (foto: indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Kondisi ruas jalan provinsi yang menghubungkan Pematang Raya dengan Tigarunggu kian memprihatinkan. Kerusakan di sejumlah titik terutama di wilayah Kecamatan Dolok Masagal, membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas.
Pantauan di lapangan, badan jalan dipenuhi lubang dengan kedalaman yang bervariasi. Bahkan, di beberapa lokasi kerusakan mencapai hampir separuh badan jalan, baik di sisi kiri maupun kanan. Kondisi tersebut memaksa pengendara roda dua dan roda empat bermanuver zigzag untuk menghindari lubang-lubang besar yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Tidak hanya kendaraan pribadi, truk-truk pengangkut hasil pertanian dan perkebunan juga mengalami kesulitan saat melintas. Pada sejumlah titik sempit akibat kerusakan jalan, kendaraan dari arah berlawanan harus bergantian melintas untuk menghindari risiko terperosok ke dalam lubang.
Warga Nagori Raya Huluan, Kecamatan Dolok Masagal, Tommi Saragih mengaku kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapat penanganan menyeluruh.
"Seingat saya, terakhir kali diperbaiki tahun 2014. Sudah lama kali, memang pernah ditambal dua tahun lalu, tapi tidak semua. Yang ditambal juga cepat kali rusak," ujar Tommi saat ditemui di kediamannya, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang terus memburuk sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain memperlambat perjalanan, kerusakan jalan juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat hujan turun.
"Harapan kita warga agar ini diperbaiki. Terganggu masyarakat, apalagi pas hujan seperti kubangan. Sangat membahayakan pengendara," katanya.
Keluhan serupa disampaikan sejumlah pengguna jalan. Ridwan Sianipar, seorang sopir angkutan hasil bumi yang rutin melintasi jalur tersebut, mengatakan kerusakan jalan membuat biaya operasional kendaraan meningkat karena kendaraan lebih cepat mengalami kerusakan.
"Kalau lewat sini harus pelan-pelan. Ban dan kaki-kaki mobil cepat rusak. Waktu tempuh juga jadi lebih lama karena harus menghindari lubang," ucapnya.
Sementara itu, seorang pengendara sepeda motor, Ian Siregar, 28 tahun, mengaku selalu waspada saat melintas, terutama ketika hujan turun dan genangan air menutupi lubang di badan jalan.
"Kalau malam atau habis hujan sangat berbahaya. Kita tidak tahu mana lubang yang dalam karena tertutup air. Banyak pengendara motor yang hampir jatuh," tuturnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan tersebut.
Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, jalan Pematang Raya-Tigarunggu juga merupakan akses penting bagi distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat, kesehatan serta pendidikan.
Warga menilai perbaikan jalan tidak hanya akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.
PREVIOUS ARTICLE
Pemkab Simalungun Segera Bahas Nobar Piala Dunia 2026




















