Jelang Panen Perdana, Petani Muda di Silimahuta Rela Tidur di Ladang Demi Jaga Tomat

Ladang Tomat Adnan Pandiangan, Petani muda asal Nagori Mardinding, Kecamatan Silimakuta, Simalungun. (foto:indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID (25/6/2026) – Harapan sekaligus kecemasan menyelimuti Adnan Pandiangan. Pemuda asal Kecamatan Silimahuta itu tengah menanti panen perdana tanaman tomatnya di Nagori Mardinding. Namun, untuk menjaga hasil jerih payahnya, ia harus rela menginap di kebun hampir setiap malam.
Sudah sepekan terakhir, lulusan salah satu SMA di Pematangsiantar tahun 2025 itu tidur di kebun tomat. Langkah tersebut terpaksa dilakukan karena maraknya aksi pencurian hasil pertanian menjelang masa panen.
"Kalau tidak dijaga, habis dicuri. Mendingan tidur di ladang lah, supaya lebih aman," ujar Adnan saat ditemui di kebunnya, Kamis (25/6/2026).
Menurut Adnan, pencurian hasil pertanian saat musim panen bukan lagi hal baru bagi petani di daerahnya, terutama saat harga komoditas sedang tinggi di pasaran. Ia mengatakan pernah ada pelaku yang tertangkap warga. Namun, kejadian serupa tetap berulang dari tahun ke tahun.
"Memang sudah sering begitu. Apalagi kalau harga lagi bagus. Makanya harus tidur di ladang," katanya.
Di atas lahan seluas sekitar empat rante, Adnan menanam sekitar 1.700 batang tomat. Tanaman tersebut diperkirakan memasuki panen pertama pada pekan depan. Kondisinya cukup menjanjikan, meski cuaca belakangan menjadi tantangan tersendiri.
"Minggu depan panen pertama tomat. Kalau cuaca cenderung hujan," ucapnya.
Tingginya intensitas hujan membuat perawatan tanaman harus dilakukan lebih intensif. Adnan mengaku menyemprot tanaman dua kali dalam seminggu pada pagi hari.
"Kalau sore sering hujan, jadi penyemprotan lebih baik pagi supaya lebih efektif," katanya.
Selain ancaman pencurian, serangan hama dan penyakit tanaman juga mulai muncul. Kondisi lahan yang lembap akibat hujan hampir setiap hari membuat sejumlah tanaman menunjukkan gejala terserang penyakit.
"Beberapa tanaman sudah mulai kena penyakit. Cuaca sekarang memang cukup berat untuk tomat karena kelembapannya tinggi," ujarnya.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Adnan tetap optimistis menyambut musim panen. Apalagi harga tomat di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.
"Harga hari ini sekitar Rp14 ribu sampai Rp15 ribu per kilo. Mudah-mudahan minggu depan bisa lebih tinggi lagi," ujarnya penuh harap. (hm27)
























