Saturday, July 4, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Jalan Rusak Parah Menuju Tigaras Kian Memprihatinkan, Pengendara dan Warga Mengeluh Berat

Mistar.idSabtu, 4 Juli 2026 pukul 17.37 WIB
jalan_rusak_parah_menuju_tigaras_kian_memprihatinkan_pengendara_dan_warga_mengeluh_berat

Pengendara melintas di ruas jalan Sipintu Angin-Simpang Raya.(foto: Indra/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (4/7/2026)-Kondisi jalan provinsi dari Simpang Empat Tigaras menuju Simpang Raya semakin memprihatinkan. Salah satu ruas jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata Danau Toba itu dipenuhi lubang hampir di setiap beberapa meter, sehingga membahayakan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (4/7/2026), kerusakan terparah berada sekitar empat kilometer dari Simpang Empat Tigaras. Di sepanjang ruas tersebut, lubang menganga terlihat nyaris setiap tiga hingga lima meter.

Pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan dan berulang kali menghindari lubang agar tidak terjatuh maupun merusak kendaraannya.

Kerusakan paling parah berada di dua nagori di Kecamatan Dolok Pardamean, yakni Dusun Siambaton, Nagori Parik Sabungan, serta Dusun Raja Ni Huta, Nagori Buttu Bayu Panei Raja.


Bagi sopir angkutan pedesaan, kondisi itu bukan lagi persoalan baru. Sitio, sopir angkutan desa merek CAS, mengatakan jalan tersebut telah rusak sejak ia mulai bekerja pada 2021.

"Mulai narik tahun 2021, pas Covid jalannya sudah rusak. Sekarang malah tambah parah," ujarnya.

Menurutnya, kerusakan jalan membuat biaya perawatan kendaraan semakin tinggi karena komponen kendaraan lebih cepat rusak. Meski demikian, ia tetap harus melintas setiap hari demi mencari nafkah.

"Kendaraan jadi lebih cepat masuk bengkel. Tapi mau bagaimana, harus tetap kerja," katanya.

Sitio mengaku sempat mendengar kabar bahwa ruas jalan tersebut akan diperbaiki tahun ini. Ia berharap rencana itu benar-benar terealisasi dan tidak sekadar menjadi wacana.

"Ada dengar memang mau diperbaiki tahun ini. Baguslah kalau memang betul dikerjakan," ucapnya.

Keluhan serupa datang dari Ehsan, pengendara sepeda motor asal Pematangsiantar yang rutin melintasi jalur tersebut untuk memancing di kawasan Danau Toba melalui Tigaras.

"Terganggu kali sebenarnya berkendara. Harus hati-hati, apalagi habis hujan. Saya sering lewat sini karena jaraknya lebih dekat," ujarnya.

Jalan Simpang Empat Tigaras–Simpang Raya merupakan salah satu akses penting menuju Pelabuhan Tigaras dan kawasan wisata Danau Toba.

Warga berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan agar mobilitas masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan tidak terus terganggu akibat kerusakan jalan yang semakin parah.

Harapan masyarakat terhadap perbaikan jalan bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah meninjau langsung sejumlah ruas jalan provinsi yang direncanakan masuk program pembangunan tahun ini.

Peninjauan dilakukan di beberapa titik strategis di Nagori Silabah Jaya, Kecamatan Dolok Pardamean.

Dalam kesempatan itu, Anton menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan peningkatan struktur Jalan Simpang Raya–Sipintu Angin–Pelabuhan Tigaras sepanjang empat kilometer.

Namun, ruas jalan yang mengalami kerusakan berat di Dusun Siambaton, Nagori Parik Sabungan, dan Dusun Raja Ni Huta, Nagori Buttu Bayu Panei Raja berada sekitar empat kilometer dari Simpang Empat Tigaras.

Sementara lokasi peninjauan di Nagori Silabah Jaya berjarak sekitar 10 kilometer dari Simpang Sipintu Angin. Kondisi ini membuat warga berharap program perbaikan jalan nantinya juga dapat menjangkau titik-titik kerusakan yang saat ini paling dikeluhkan pengguna jalan.(*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN