Wednesday, July 8, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Jalan Provinsi Siantar-Perdagangan Rusak Parah, Pengendara Juga Keluhkan Pungli di Simpang Kalvin

Mistar.idSelasa, 19 Mei 2026 pukul 12.07 WIB
jalan_provinsi_siantarperdagangan_rusak_parah_pengendara_juga_keluhkan_pungli_di_simpang_kalvin

Kondisi ruas jalan provinsi jurusan Siantar-Perdagangan di Kecamatan Bandar, Simalungun. (Foto: Indra/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Masyarakat dan pengguna jalan keluhkan kerusakan parah pada ruas jalan provinsi Siantar-Perdagangan di kawasan Simpang Kalvin, Marihat Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. Selain lubang besar yang dipenuhi genangan air, pengendara juga menyoroti adanya pungutan liar (pungli) di sekitar titik kerusakan yang dinilai semakin meresahkan.

Pantauan di lokasi, badan jalan tampak dipenuhi kubangan dan aspal yang mengelupas, memaksa kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk angkutan melaju perlahan dan bergantian melintas demi menghindari lubang yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Sebagai salah satu ruas jalan provinsi yang menjadi jalur vital penghubung Pematangsiantar menuju Perdagangan dan sejumlah wilayah di Kabupaten Simalungun, kondisi jalan tersebut dinilai sangat memprihatinkan karena mengganggu mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.

“Setiap hari kami melintas di sini. Kalau hujan, lubangnya tertutup air sehingga sangat berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor,” ujar Dwi, seorang warga sekitar, Selasa (19/5/2026).

Keluhan tak hanya datang dari warga setempat, tetapi juga para sopir angkutan yang rutin menggunakan jalur tersebut. Mereka mengaku harus ekstra hati-hati karena genangan air membuat kedalaman lubang sulit diperkirakan.

Ironisnya, di tengah kondisi jalan yang rusak, sejumlah pengendara juga mengeluhkan adanya dugaan praktik pungli. Beberapa orang disebut kerap berdiri di sekitar lokasi untuk mengarahkan kendaraan melewati jalur yang dianggap lebih aman, lalu meminta imbalan uang dari pengendara.

“Ada yang bantu tunjukkan jalan supaya tidak masuk lubang, tapi setelah lewat minta uang. Kalau sekadar sukarela mungkin tidak masalah, tapi kalau terasa dipaksa tentu meresahkan,” kata seorang pengemudi yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui instansi terkait segera turun tangan memperbaiki ruas jalan tersebut secara permanen. Selain itu, aparat penegak hukum juga diminta menindak tegas jika ditemukan praktik pungli yang merugikan pengguna jalan.

Warga menilai pembiaran terhadap kondisi ini tidak hanya memperburuk kerusakan infrastruktur, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di salah satu jalur utama yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi masyarakat Simalungun. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN