DPRD Sumut Minta Harga Tiket Masuk PRSU Ditinjau Ulang

Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Hendra Cipta. (foto: ari/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Hendra Cipta, meminta harga tiket masuk ke Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) dapat dilakukan peninjauan ulang. Hal itu disampaikan politisi PAN tersebut, menyikapi viralnya harga tiket masuk yang mahal dengan nilai Rp50.000 untuk tiket masuk hari biasa, dan Rp75.000 untuk akhir pekan.
Hendra menilai hal tersebut akan menjadi turunnya minat para pengunjung yang akan hadir. Ia menegaskan, esensi awal pelaksanaan PRSU diselenggarakan merupakan wadah memperkenalkan seluruh potensi Sumatera Utara mulai dari sektor pembangunan, industri, UMKM, kebudayaan hingga pariwisata. Untuk itu, ia menekankan sudah seharusnya akses masyarakat itu dipermudah, terutama pada akses tiket masuk.
“Jangan sampai masyarakat justru terbebani karena harga tiket yang tidak terjangkau. Ini harus menjadi pertimbangan bagi penyelenggara PRSU. Karena kita ingin pelaksanaan ini sebagai wadah promosi potensi pembangunan, industri, UMKM, kebudayaan dan pariwisata yang ada di Sumatera Utara,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Ia menekankan, salah satu faktor manfaat dari kehadiran PRSU merupakan tingginya antusiasme masyarakat untuk hadir pada kegiatan tersebut. Sehingga, jika harga tiket masuk terlalu tinggi, maka akan besar potensi masyarakat untuk tidak mengunjungi kegiatan tersebut.
“Karena kalau terlalu mahal, kita khawatir target pengunjung yang sudah ditentukan itu tidak tercapai. Kalau masyarakat ini keberatan dengan harga tiket, tentu akan tidak tercapai. Saya rasa kalau masih memungkinkan, sebaiknya tarifnya dapat dikurangi,” katanya.
Hendra turut menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini sedang tidak baik-baik saja. Pasalnya, dengan harga tiket ataupun tarif masuk senilai Rp50.000 hingga Rp75.000 akan terasa memberatkan masyarakat.
“Masyarakat yang datang ke PRSU itu mayoritas tidak datang sendiri ataupun perorangan. Sudah pasti banyak yang datang itu membawa keluarga. Ada yang bertiga, berlima, atau lebih. Jadi sangat terasa mahal tentunya,” tuturnya.
Hendra memastikan DPRD Sumut akan mendesak penyelenggara melakukan evaluasi terhadap tarif tiket yang tinggi tersebut. Menurutnya, para panitia penyelenggara dapat mempertimbangkan tarif tersebut, demi meningkatkan partisipasi masyarakat yang hadir.
“Intinya harga tiket itu harus dievaluasi dengan tetap memperhatikan dan menyesuaikan kemampuan masyarakat. Karena kita berharap kehadiran PRSU ke-50 ini dapat menghadirkan masyarakat dengan animo yang tinggi dengan sajian kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat,” ujarnya.
PREVIOUS ARTICLE
Bapenda Sumut Pastikan Tak Ada Larangan Isi BBM Subsidi bagi Penunggak Pajak Kendaraan























