Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Hujan Meteor Alpha Centaurid Dini Hari Nanti, Dapat Diamati dengan Mata Telanjang

Mistar.idSabtu, 7 Februari 2026 pukul 17.12 WIB
hujan_meteor_alpha_centaurid_dini_hari_nanti_dapat_diamati_dengan_mata_telanjang_

Hujan Meteor. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Fenomena astronomi kembali menghiasi langit pada awal Februari 2026. Salah satu yang menarik perhatian adalah hujan meteor Alpha Centaurid yang diperkirakan mencapai puncaknya, Minggu (8/2/2026), dan berpotensi dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.

Hujan meteor ini merupakan bagian dari rangkaian fenomena langit yang terjadi sepanjang Februari 2026. Kondisi fase Bulan pada periode tersebut dinilai cukup mendukung, sehingga peluang untuk mengamati meteor di langit terbuka cukup besar, terutama pada dini hari.

Berdasarkan informasi dari situs astronomi In The Sky, hujan meteor Alpha Centaurid aktif sejak akhir Januari hingga pertengahan Februari. Namun, intensitas tertinggi diperkirakan terjadi pada 8 Februari 2026.

Waktu terbaik untuk melakukan pengamatan adalah menjelang fajar. Pada saat itu, rasi Centaurus—yang menjadi titik radian hujan meteor ini—berada lebih tinggi di langit. Kondisi ini menguntungkan bagi wilayah Indonesia yang berada di belahan Bumi selatan, sehingga arah datangnya meteor lebih mudah terlihat sebelum Matahari terbit.

Alpha Centaurid terjadi akibat partikel debu kosmik yang tersisa dari objek induk di Tata Surya. Ketika Bumi melintasi jalur debu tersebut, partikel-partikel kecil memasuki atmosfer dan terbakar, menghasilkan kilatan cahaya yang tampak sebagai meteor.

Nama Alpha Centaurid diambil dari lokasi titik radian yang berada di dekat bintang Alpha Centauri, dalam rasi Centaurus. Rasi ini lebih jelas terlihat dari belahan Bumi selatan, sehingga hujan meteor Alpha Centaurid umumnya lebih optimal diamati dari kawasan seperti Indonesia, Australia, dan wilayah sekitarnya.

Agar pengamatan berjalan maksimal, pilih lokasi yang jauh dari polusi cahaya, seperti area terbuka atau pedesaan. Lakukan pengamatan menjelang fajar, saat rasi Centaurus berada pada posisi terbaik. Gunakan mata telanjang tanpa alat bantu optik, karena meteor dapat muncul dari berbagai arah.

Beri waktu sekitar 15–20 menit agar mata terbiasa dengan kondisi gelap. Pastikan cuaca cerah dan langit bebas dari awan. Dengan persiapan yang tepat, hujan meteor Alpha Centaurid pada 8 Februari 2026 dapat menjadi pengalaman menarik untuk menikmati keindahan langit malam langsung dari Indonesia.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN