Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Gerhana Bulan Total Malam Ini Berlangsung dari Pukul 18.03 - 21.24 WIB

Mistar.idSelasa, 3 Maret 2026 pukul 08.29 WIB
gerhana_bulan_total_malam_ini_berlangsung_dari_pukul_1803_2124_wib

Ilustrasi gerhana Bulan total. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi, Selasa (3/3/2026) malam. Peristiwa langit ini dapat disaksikan dari berbagai wilayah Indonesia, selama kondisi cuaca mendukung.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan gerhana bulan terjadi akibat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang berada dalam satu garis lurus saat fase purnama. Pada gerhana total, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

“Ketika Bulan seluruhnya berada di dalam umbra Bumi, maka terjadilah Gerhana Bulan Total. Jika langit cerah, Bulan akan tampak berwarna kemerahan saat mencapai puncaknya,” kata Nelly.

Secara keseluruhan, durasi gerhana berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Fase parsial terjadi selama 3 jam 27 menit 47 detik, sedangkan fase totalitas — ketika Bulan sepenuhnya berada di dalam umbra — berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Warna merah yang terlihat saat puncak gerhana merupakan akibat dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek seperti biru tersebar, sementara cahaya merah tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan.

Plt Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menyampaikan berdasarkan perhitungan BMKG, gerhana dimulai pukul 18.03 WIB. Puncak gerhana diperkirakan terjadi pada 18.33 WIB, 19.33 WITA, dan 20.33 WIT.

Fenomena ini akan berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB, ketika Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi. BMKG mengimbau masyarakat untuk memilih lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya serta memiliki pandangan terbuka ke arah timur, tempat Bulan terbit.

Wilayah Indonesia bagian timur berpeluang menyaksikan gerhana sejak fase awal karena Bulan terbit lebih awal. Sementara itu, di wilayah barat Indonesia, Bulan kemungkinan sudah berada dalam fase gerhana saat mulai terlihat, bahkan mendekati fase totalitas.

Sepanjang 2026 diperkirakan terjadi empat fenomena gerhana, terdiri dari dua gerhana matahari dan dua gerhana bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia.

Secara astronomis, peristiwa ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota dalam seri Saros 133. Gerhana sebelumnya dalam seri yang sama terjadi pada 21 Februari 2008 dan akan kembali terulang pada 13 Maret 2044.

BMKG menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan informasi astronomi dan tanda waktu secara akurat. Masyarakat disarankan memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan pengamatan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN