Manusia Aurignacian Sudah Gunakan Simbol Geometris Sejak 40 Ribu Tahun Lalu

Christian Bentz & Ewa Dutkiewicz via Sci.news/Artefak bergerak dengan tanda-tanda geometris atau simbol dari manusia purba 40.000 tahun lalu. (foto: Sci.news/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Sistem tulisan tertua dalam sejarah peradaban manusia diyakini muncul di Mesopotamia sekitar 3.500 SM. Namun, riset terbaru mengungkap bahwa jauh sebelum itu, manusia purba telah menggunakan simbol-simbol visual sejak sekitar 40.000 tahun lalu.
Pada masa Paleolitikum Atas, sekitar 45.000 tahun silam, manusia modern bermigrasi ke Eropa Timur dan Tengah. Di periode ini berkembang budaya yang dikenal sebagai Aurignacian, yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam seni dan teknologi.
Peninggalan budaya tersebut ditemukan di sejumlah lokasi, seperti wilayah Dordogne di Prancis, kawasan Swabia di Jerman, serta beberapa situs di Belgia. Artefak-artefak yang ditemukan mencakup perhiasan, patung kecil manusia dan hewan, hingga alat musik seperti suling dari tulang dan gading.
Menariknya, banyak benda tersebut dihiasi rangkaian tanda geometris berulang, seperti titik, garis, dan bentuk salib.
Penelitian yang dipimpin Dr Christian Bentz (Universitas Saarland dan Universitas Passau) serta Dr Ewa Dutkiewicz dari Staatliche Museen zu Berlin ini dipublikasikan pada 14 Januari 2026 di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).
Tim peneliti menganalisis 260 artefak bergerak dari situs gua di Jura Swabia. Dengan bantuan metode komputasional dan teori informasi linguistik, mereka mengidentifikasi sekitar 3.000 tanda geometris yang diukir pada gading mammoth, tulang, dan tanduk hewan, berusia antara 43.000 hingga 34.000 tahun.
Para peneliti mengkaji pola pengulangan, variasi simbol, serta kepadatan informasi yang terkandung di dalamnya. Hasilnya menunjukkan bahwa simbol-simbol tersebut memiliki struktur yang konsisten dan digunakan secara berulang selama ribuan tahun.
Walau bukan sistem tulisan seperti alfabet modern, pola simbol ini dinilai memiliki kemiripan dalam hal kepadatan informasi dengan sistem akuntansi awal Mesopotamia, yakni Proto-Cuneiform yang berkembang sekitar 5.500 tahun lalu.
Namun, berbeda dengan tulisan yang merepresentasikan bahasa lisan secara penuh, simbol-simbol Aurignacian tampaknya berfungsi sebagai kode visual untuk menyampaikan informasi tertentu. Beberapa tanda diduga berkaitan dengan hewan buruan, musim, ritual, atau pengetahuan sosial yang penting bagi komunitas saat itu.
Patung yang diukir dari gading biasanya memiliki rangkaian simbol lebih kompleks dibandingkan peralatan lain, menunjukkan kemungkinan adanya perbedaan fungsi atau makna.
Menariknya, sistem simbol ini bertahan relatif stabil selama sekitar 10.000 tahun, tetapi tidak berkembang menjadi sistem tulisan lengkap seperti yang terjadi di Mesopotamia. Para peneliti menegaskan bahwa pola tersebut tidak dapat dianggap sebagai cikal bakal langsung sistem tulisan modern.
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa kemampuan simbolik manusia telah berkembang jauh sebelum munculnya tulisan formal. Manusia pada Zaman Batu sudah memiliki kapasitas kognitif untuk mencatat dan menyebarkan informasi, meski dalam bentuk yang lebih sederhana dan kontekstual.
Dengan kata lain, 40.000 tahun sebelum lahirnya tulisan, manusia sudah mampu menciptakan sistem simbol untuk membantu bertahan hidup dan mengatur kehidupan sosialnya.
PREVIOUS ARTICLE
Benarkah 1 dari 200 Pria di Dunia Keturunan Genghis Khan?





















