Benarkah 1 dari 200 Pria di Dunia Keturunan Genghis Khan?

Patung Genghis Khan di alun-alun Kota Ulanbataar. (foto: TRANS7/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Anggapan satu dari 200 pria modern di dunia merupakan keturunan Genghis Khan kerap disebut sebagai 'mitos'. Namun, klaim tersebut sebenarnya berawal dari penelitian ilmiah yang pernah dipublikasikan lebih dari dua dekade lalu.
Pada 2003, sebuah studi genetika menemukan sekitar 8 persen pria di sebagian wilayah Asia memiliki pola kromosom Y yang sangat mirip dan diperkirakan berasal dari sekitar 1.000 tahun lalu di kawasan Mongolia—periode yang bertepatan dengan masa hidup Genghis Khan.
Jika dihitung secara global, temuan itu memunculkan estimasi bahwa sekitar 0,5 persen pria di dunia, atau 1 dari 200 orang, kemungkinan memiliki garis keturunan sang pendiri Kekaisaran Mongol.
Namun riset terbaru menunjukkan gambaran yang lebih kompleks. Penelitian terkini yang dipimpin Ayken Askapuli dan dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada 19 Februari 2026 berjudul “Genomes of the Golden Horde Elites and their implications for the rulers of the Mongol Empire” meninjau ulang asumsi tersebut melalui analisis DNA kuno.
Tim peneliti menelusuri bukti genetik dan tradisi lisan di wilayah Kazakhstan untuk mengidentifikasi sisa-sisa bangsawan dari Golden Horde, yakni kekuasaan Mongol di wilayah barat laut yang didirikan oleh putra sulung Genghis Khan, Jochi (Joshi), beserta keturunannya.
Dari empat makam yang dianalisis, salah satunya diduga kuat milik Jochi. Hasil analisis menunjukkan individu-individu tersebut memang memiliki garis keturunan kromosom Y yang sama. Namun, garis tersebut berasal dari subcabang yang lebih spesifik dan tidak identik dengan cabang besar yang selama ini dikaitkan dengan Genghis Khan.
Artinya, pola kromosom Y yang kini banyak ditemukan pada pria di Asia kemungkinan bukan berasal langsung dari Genghis Khan, melainkan dari nenek moyang yang hidup sekitar 1.000 tahun sebelum ia membangun kekaisarannya.
Secara historis, Genghis Khan dikenal menyatukan berbagai suku Mongol dan membangun kekaisaran daratan terluas dalam sejarah. Wilayahnya membentang dari Korea hingga Laut Kaspia. Ia memiliki banyak istri dan selir serta diduga memiliki puluhan anak, bahkan beberapa perkiraan menyebut jumlahnya bisa mencapai 100.
Kondisi sosial-politik saat itu memungkinkan garis keturunannya menyebar luas, terutama melalui anak dan cucunya yang juga menjadi penguasa di berbagai wilayah Eurasia.
Hingga kini, lokasi makam Genghis Khan belum pernah ditemukan. Menurut kisah turun-temurun, ia dimakamkan secara rahasia di kuburan tanpa tanda. Area pemakaman konon diratakan oleh ratusan kuda dan ditaburi benih agar menyatu dengan padang rumput.
Bahkan, cerita rakyat menyebut para pekerja dan pengawal yang terlibat dalam prosesi pemakaman turut dibunuh untuk menjaga kerahasiaan lokasi.
Para peneliti menegaskan bahwa tanpa temuan makam dan sampel DNA yang dapat dipastikan milik Genghis Khan, klaim mengenai garis keturunannya tidak bisa dipastikan secara mutlak.
PREVIOUS ARTICLE
Air Purba Ditemukan di Kanada, Rasanya di Luar Ekspektasi





















