Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Warga Muhammadiyah di Asahan Siap Laksanakan Salat Khusuf Saat Gerhana Bulan

Mistar.idSenin, 2 Maret 2026 pukul 08.56 WIB
warga_muhammadiyah_di_asahan_siap_laksanakan_salat_khusuf_saat_gerhana_bulan

Gerhana bulan total. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Gerhana bulan akan terjadi pada Selasa (3/3/2026), yang bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 Hijriah. Gerhana bulan diperkirakan mencapai puncaknya pada pukul 18.33 WIB dan berakhir sekitar pukul 19.02 WIB.

Muhammadiyah telah mengeluarkan maklumat melalui pimpinan pusat majelis tarjih dan tajdid nomor: 01/MLM/1.1/E/2026 yang isinya mengimbau masyarakat melaksanakan salat gerhana atau salat khusuf.

Dalam surat edaran, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan bahwa seluruh wilayah Indonesia termasuk yang bisa menyaksikan gerhana bulan.

Dengan demikian, umat Islam dianjurkan melaksanakan salat gerhana sebagai bentuk penghambaan diri dan penguatan zikir kepada Allah SWT.

Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Asahan, M Thohir, menyampaikan hal ini kepada para jamaah saat pelaksanaan salat tarawih di Masjid Taqwa Kisaran Timur. Dijelaskannya, fenomena gerhana bulan pada Ramadan merupakan momentum spiritual yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

“Gerhana bulan yang bertepatan dengan 14 Ramadan ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah. Salat khusuf bukan sekadar sunah, tetapi juga pengingat akan kebesaran Allah SWT,” ujar M Thohir.

Dikatakannya, pelaksanaan salat gerhana digelar setelah salat Magrib, menyesuaikan waktu puncak gerhana yang terjadi pada pukul 18.33 WIB.

Ia mengimbau takmir masjid, pimpinan cabang maupun ranting Muhammadiyah untuk segera menginformasikan kepada jamaah agar dapat mempersiapkan diri.

M Thohir juga menekankan bahwa dalam ajaran Islam, gerhana bukanlah pertanda datangnya musibah, kematian seseorang, ataupun simbol nasib buruk. Ia merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa gerhana merupakan salah satu tanda kebesaran Allah.

“Rasulullah SAW sudah menjelaskan bahwa gerhana bukan karena kematian atau kelahiran seseorang. Ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang mengajak manusia untuk kembali mengingat-Nya,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah suasana Ramadan yang penuh keberkahan, pelaksanaan salat khusuf dapat menjadi sarana memperkuat keimanan dan memperbanyak zikir dan doa. Terlebih, Ramadan dikenal sebagai bulan penuh ampunan dan rahmat.

Secara astronomi, gerhana bulan terjadi ketika posisi bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga cahaya matahari yang seharusnya menerangi bulan terhalang oleh bayangan bumi. Fenomena ini dapat diamati dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus, selama kondisi cuaca mendukung. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN