TKA SMP di Medan Berjalan Lancar, Jadi Cerminan Kualitas Pendidikan Daerah

Siswa SMPN 23 saat mengikuti TKA (foto:Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di Kota Medan disebut berjalan lancar tanpa kendala signifikan dan menjadi cerminan kualitas pendidikan serta arah perbaikan ke depan.
Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Zhuraina, menyampaikan TKA tingkat SMP telah berlangsung sejak 6 April dan berakhir pada 16 April dengan pembagian empat gelombang.
“Itu dibagi empat gelombang, satu gelombang dua hari. Jadi satu hari itu ada empat sesi,” ujarnya kepada Mistar, Kamis (16/4/2026).
Ia menegaskan selama pelaksanaan tidak ditemukan kendala berarti. “Kalau kendala teknis dari awal sampai akhir saat ini, untuk pelaksanaan TKA belum ada masalah yang signifikan. Artinya kendala-kendala teknis itu biasanya terkait jaringan internet di sekolah masing-masing,” katanya.
Zhuraina mencontohkan adanya laporan listrik padam di salah satu sekolah, namun tidak berlangsung lama. Ia juga mengungkapkan bahwa kendala sempat terjadi saat gladi bersih, namun bersifat nasional karena server belum stabil.
Terkait teknis pelaksanaan, Zhuraina menjelaskan sekolah diberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan jumlah gelombang sesuai sarana dan prasarana masing-masing. Ia menyebut pembagian gelombang berbeda di setiap sekolah.
“Ada yang memilih dua sampai empat gelombang, ada juga yang siswanya sedikit hanya dua atau tiga gelombang, tergantung kesiapan sarprasnya,” tuturnya.
Ia juga menegaskan tidak ada sekolah yang menumpang pelaksanaan TKA, kecuali sekolah yang belum terakreditasi. Sebagai contoh, sekolah yang belum terakreditasi harus ditumpangkan ke sekolah lain sesuai ketentuan kementerian.
“Yang belum terakreditasi tidak boleh melaksanakan TKA secara mandiri, maka harus ditumpangkan,” ucapnya.
Zhuraina berharap hasil TKA dapat memberikan gambaran kemampuan siswa secara lebih objektif, sehingga dapat menjadi bahan pemetaan bagi sekolah dan pemerintah daerah.
Menurutnya, TKA menghadirkan standar penilaian nasional yang sama bagi seluruh siswa. “Siswa yang mendapatkan nilai 50, dengan siswa di daerah lain di seluruh Indonesia yang juga 50, insyaallah sudah terstandar,” katanya.
Mata pelajaran yang diujikan untuk jenjang SMP adalah Bahasa Indonesia dan Matematika sebagai bagian dari literasi dan numerasi. Ia juga menyebut hasil TKA akan terintegrasi dengan Asesmen Nasional dalam rapor pendidikan.
“Harapan kita adalah pemetaan kualitas pendidikan di Kota Medan. Nanti kumulatifnya akan terlihat dalam rapor Kota Medan, sehingga kita bisa mengetahui apakah meningkat atau menurun,” ujarnya.
Ia menjelaskan hasil TKA akan keluar pada Mei dan menjadi bagian dari penilaian bersama survei lingkungan belajar serta penilaian guru dan kepala sekolah. Selain itu, hasil TKA juga diharapkan menjadi acuan bagi sekolah, khususnya guru mata pelajaran literasi dan numerasi.
“Jadi saya rasa TKA ini bukan sekadar ujian, tetapi cerminan kualitas pendidikan kita hari ini dan arah perbaikan untuk masa yang akan datang,” ujarnya.
NEXT ARTICLE
Dua Pemain Timnas Indonesia Sandang Sarjana











