Tips Libur Sekolah Produktif, Mahniar Sinaga Sarankan Anak Buat Jurnal Harian

Mahniar Sinaga saat sedang mengajar di ruang kelas (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Libur panjang sekolah dinilai bukan sekadar waktu untuk beristirahat, tetapi juga menjadi kesempatan emas bagi anak-anak untuk tetap belajar secara santai, kontekstual, dan bermakna.
Hal tersebut disampaikan penggiat literasi Indonesia sekaligus praktisi pendidikan, Mahniar Sinaga. Ia menilai, jika tidak diarahkan dengan baik, libur panjang justru dapat membuat anak-anak terlena hingga kehilangan semangat saat kembali ke sekolah.
Menurut Mahniar, penting bagi anak untuk tetap memiliki aktivitas ringan yang bersifat edukatif selama masa libur. Ia mengaku biasanya memberikan jurnal kegiatan liburan dalam bentuk sederhana seperti Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
“Jurnal ini bukan tugas yang membebani, tetapi lebih sebagai sarana refleksi harian anak selama libur,” katanya kepada Mistar, Rabu (18/3/2026).
Dalam jurnal tersebut, anak-anak dapat mencatat berbagai aktivitas sejak bangun pagi, seperti membantu orang tua, berolahraga, hingga membaca.
Selain itu, anak juga diarahkan untuk mencatat kegiatan ibadah. Mahniar menyebut, bagi siswa Muslim dapat menuliskan pelaksanaan salat wajib dan tarawih, sementara bagi non-Muslim dapat mengisi dengan kegiatan ibadah atau aktivitas positif lainnya.
Ia menambahkan, anak-anak juga bisa menuliskan kegiatan belajar santai seperti membaca buku cerita, menonton video edukatif, atau mencoba hal baru. Selain itu, mereka juga dapat mencatat kegiatan kebersamaan seperti bermain dengan keluarga, membantu di rumah, atau berkunjung ke tempat tertentu.
Mahniar mengatakan, jurnal ini juga dilengkapi dengan refleksi sederhana, seperti menuliskan hal yang paling disukai setiap hari. Dengan cara ini, anak-anak tetap merasakan suasana liburan tanpa kehilangan nilai pembelajaran.
Ia menilai, melalui jurnal tersebut anak-anak secara tidak langsung belajar mengelola waktu, melatih tanggung jawab, serta mengembangkan kemampuan menulis dan bercerita. Selain itu, kemampuan refleksi diri anak juga dapat meningkat.
Lebih lanjut, Mahniar menyebut jurnal tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan cerita saat kembali ke sekolah. Menurutnya, anak-anak biasanya antusias untuk berbagi pengalaman selama masa libur.
“Jadi, libur panjang tetap terasa menyenangkan, tetapi juga memberi nilai edukatif dan membangun kebiasaan baik bagi anak-anak,” ucap Mahniar.


























