SMP Negeri 1 Raya Terima Dua Smart TV untuk Dukung Digitalisasi Pembelajaran

SMP N 1 Raya di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. (foto: indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID - SMP Negeri 1 Raya menerima dua unit interactive flat panel (IFP) atau smart TV berukuran 75 inci yang dikirim pemerintah pusat sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan.
Kepala SMP Negeri 1 Raya, Lamhot Saragih, mengatakan dua unit smart TV itu sudah mulai dimanfaatkan. "Ini memudahkan proses pembelajaran dan sangat membantu guru maupun murid terkait proses pembelajaran," ujar Lamhot, Senin (31/8/2026).
Meski demikian, jumlah perangkat yang diterima belum sebanding dengan jumlah ruang belajar yang ada di sekolah tersebut. Lamhot berharap pengadaan smart TV dapat dilakukan secara bertahap hingga seluruh kelas memiliki perangkat serupa.
"Harapan kita setidak-tidaknya satu smart TV bisa memenuhi satu ruang, sehingga pemanfaatannya semakin maksimal," katanya.
Ia mengatakan penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan sudah menjadi kebutuhan. Karena itu, guru juga harus belajar menggunakan perangkat yang tersedia. "Zamannya sekarang sudah zamannya teknologi. Mau tidak mau kita harus menyesuaikan dengan zaman," ucapnya.
Di SMP Negeri 1 Raya, para guru yang memiliki waktu luang memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar mengoperasikan perangkat. Mereka saling membantu memahami fitur-fitur yang ada pada smart TV.
Lamhot berharap smart TV yang diberikan pemerintah benar-benar digunakan dalam kegiatan belajar, bukan sekadar menjadi fasilitas tambahan di sekolah. "Mari kita manfaatkan fasilitas yang disiapkan kementerian ini dengan benar dan berinovasi di dalam pembelajaran teknologi," ucapnya.
Distribusi smart TV ke sekolah-sekolah di Kabupaten Simalungun masih berlangsung. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pengajaran (Sarpas Dikjar) Dinas Pendidikan Simalungun, Parolan Sidauruk, mengatakan pengiriman perangkat dilakukan secara bertahap.
"Pengirimannya bertahap. Disdik sebagai penerima hanya mencatat sekolah yang sudah menerima, baik negeri maupun swasta," kata Parolan.
Menurutnya, perangkat tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah dasar dan sekolah menengah. Sejumlah satuan pendidikan lain termasuk PAUD, juga menjadi sasaran.
Parolan mengaku belum mengetahui jumlah keseluruhan perangkat yang sudah dikirim ke Kabupaten Simalungun. "Kalau total global pengirimannya kurang tahu, karena pengirimannya bertahap," ujarnya.
Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan melakukan pencatatan perangkat yang diterima sekolah negeri. Sementara sekolah swasta memiliki mekanisme tersendiri dalam pengelolaan aset.
PREVIOUS ARTICLE
CIMPA, Metode Belajar Lima Tahap yang Tak Bergantung Teknologi























