Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Penulis Nasional Eva Riyanty Lubis Ajak Siswa Jadikan Menulis sebagai Dakwah Digital

Mistar.idKamis, 23 Oktober 2025 pukul 14.36 WIB
penulis_nasional_eva_riyanty_lubis_ajak_siswa_jadikan_menulis_sebagai_dakwah_digital

Penulis Nasional Eva Riyanty Lubis saat berdiskusi dengan para siswa. (Foto: Kemenag Sumut/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Penulis nasional Eva Riyanty Lubis mengajak para pelajar menjadikan menulis sebagai bentuk dakwah di era digital. Pesan itu ia sampaikan saat membimbing siswa kelas XII MIPA 5 MAN 2 Padangsidimpuan dalam kegiatan bertema “Literasi Dakwah dan Penulisan Kreatif Islami di Era Digital.”

Menurut Eva, menulis bukan hanya kegiatan akademik atau sekadar hobi, tetapi juga sarana untuk menyampaikan gagasan dan kebaikan kepada masyarakat.

“Menulis bisa menjadi sarana dakwah. Melalui tulisan, kita dapat menyebarkan nilai-nilai positif,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Eva membimbing para siswa menulis esai bertema permasalahan di sekitar dan solusinya. Ia menekankan pentingnya berpikir kritis terhadap persoalan sosial, lalu mengemas gagasan itu dalam bentuk tulisan yang inspiratif dan membangun.

Penulis yang telah menciptakan 53 buku karya tunggal sejak 2012 itu menilai, literasi masa kini tidak bisa dipisahkan dari dunia digital. Karena itu, generasi muda harus cerdas memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran dan ekspresi diri.

“Kita tidak bisa menghindari teknologi, tapi bisa mengendalikannya. Media sosial jangan hanya untuk hiburan, tapi juga wadah belajar dan berkarya. Bahkan AI bisa membantu memperkaya proses menulis,” katanya.

Ibu dua anak itu juga berbagi pengalaman saat mengikuti Program Residensi Penulis Nasional di Puncak Jaya, Papua, pada 2019. Ia menyaksikan langsung bagaimana keterbatasan akses pendidikan di sana, termasuk minimnya bahan bacaan.

“Banyak remaja belum bisa membaca. Itu membuat saya sadar bahwa menulis adalah pengabdian. Lewat tulisan, kita bisa membuka wawasan anak bangsa,” tuturnya.

Karya-karya Eva telah banyak dimuat di berbagai majalah dan media daring. Bahkan, pada 2024 lalu, ia menerima penghargaan dari Badan Bahasa Kemendikbudristek atas kontribusinya terhadap literasi nasional.

Selain menulis buku tunggal, ia juga berpartisipasi dalam puluhan antologi bersama penulis dari seluruh Indonesia. Kepiawaiannya meliputi beragam genre, seperti cerpen, novel, dan buku anak-anak.

Buku-bukunya yang berjudul Kesatria Apau Ping dan Saung Seling bahkan dicetak khusus untuk digunakan di perpustakaan SMA seluruh Indonesia. Sementara karyanya Poku Si Kuman Kuku terpilih sebagai buku bacaan literasi untuk SD setelah bersaing dengan lebih dari 3.000 naskah dari seluruh Indonesia. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN