Pemprov Sumut Dorong Indonesia-India Perkuat Riset Herbal

Perayaan Hari Ayurveda ke-11 di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (23/9/2026). (foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong kerja sama Indonesia dan India di bidang pengobatan tradisional ditindaklanjuti melalui riset bersama dan pengembangan produk herbal yang aman serta berkualitas.
Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, Alfi Syahriza, saat menghadiri perayaan Hari Ayurveda ke-11 yang diselenggarakan Konsulat Jenderal India di Medan bersama Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, Ayurveda memiliki kedekatan filosofis dan kultural dengan tradisi kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya Jamu. Keduanya sama-sama menekankan keseimbangan tubuh, pikiran, dan lingkungan melalui pola hidup sehat dengan memanfaatkan bahan-bahan alami.
“Keduanya mengajarkan bahwa menjaga kesehatan dimulai dari kebiasaan hidup yang baik, didukung oleh pengetahuan yang terus berkembang dan dilandasi pendekatan ilmiah yang bertanggung jawab,” katanya saat membacakan sambutan Gubernur Sumut.
Alfi mengatakan, kerja sama Indonesia dan India yang telah terjalin melalui nota kesepahaman membuka peluang untuk memperkuat riset bersama, pertukaran akademisi, pengembangan sumber daya manusia, hingga inovasi produk herbal yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam pengembangan kesehatan berbasis sumber daya alam. Kita memiliki kekayaan tanaman herbal, rempah-rempah, serta dukungan dari perguruan tinggi seperti Universitas Sumatera Utara yang memiliki kapasitas penelitian dan pengembangan yang sangat baik,” ujarnya.
Ia menilai, kehadiran akademisi internasional, peneliti USU, dan pelaku industri dalam perayaan Hari Ayurveda tersebut menunjukkan adanya ruang kolaborasi lintas negara untuk menghasilkan gagasan dan inovasi baru, baik bagi dunia pendidikan maupun peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Menurutnya, pengembangan kerja sama tersebut juga dapat diarahkan untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis tanaman obat, sekaligus mendukung promosi kesehatan dan pariwisata yang memanfaatkan kekayaan alam Sumatera Utara.
Hal itu, sebutnya, sejalan dengan semangat Kolaborasi Sumut Berkah, di mana pembangunan dilakukan melalui sinergi berbagai pihak untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya mengajak kita semua untuk terus memperkuat kolaborasi, saling berbagi pengetahuan, serta mengembangkan potensi yang kita miliki agar dapat memberikan kontribusi bagi kesehatan masyarakat, kemajuan ilmu pengetahuan dan hubungan persahabatan yang semakin erat antara Indonesia dan India,” ucapnya. (*)









































